Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 05:21 WIB
Surabaya
--°C

Gas Air Mata Membuat Kita Menangis Darah

16 hari sebelumnya, ketika Persebaya menjamu RANS Nusantara FC di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis 15/9/2022, juga terjadi kerusuhan suporter. Karena Persebaya kalah 1-2. Tapi tidak ada seorang pun korban tewas.

Ini karena petugas keamanan tidak menggunakan gas air mata.

Kerugian jelas ada. Manajemen Persebaya terkena sanksi Komdis PSSI Rp 100 juta dan mengganti sarana stadion yang dirusak suporter senilai Rp 170 juta.

Dampak lainnya, Presiden Persebaya Azrul Ananda mengundurkan diri. Namun, sekali lagi, tidak ada seorang pun korban tewas.

BACA JUGA: Presiden Arema Berjanji Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Di Stadion Kanjuruhan, menurut Pusat Data Korban Tewas Suporter, sampai Minggu malam 2/10/2022 tercatat 137 korban tewas. Dari 137 korban tewas tersebut masih ada 41 korban yang belum teridentifikasi.

Rincian yang belum teridentifikasi:

2 di RS Hasta Brata
15 di RS Wava Husada
1 RSI Gondanglegi
3 RS Salsabila
20 RS Teja Husada

Bencana ini sangat menyayat hati kita. Membuat kita menangis darah. Sepakbola Indonesia patut mengibarkan bendera setengah tiang.

**

Betapa kuatnya magnet Derby Jatim Arema vs Persebaya. Walaupun tanpa suporter Persebaya, Stadion Kanjuruhan Sabtu malam 1/10/2022 itu diluberi sekitar 40.000 Aremania. Membludak. Kapasitas stadion hanya 38.000. Itupun diperkirakan masih ada 20.000 an Aremania di luar stadion.

BACA JUGA: “Tragedi Oktober’’ di Kanjuruhan Lebih Mengerikan dari Heysel

Di laga kandang sebelumnya, Arema dikalahkan 1-2 oleh Persib Bandung (salah satu klub besar di Indonesia). Mungkin karena itu harapan Aremania di laga kandang berikutnya saat menjamu Persebaya, Arema tidak boleh kalah lagi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.