Badai pandemi memang mengempaskan berbagai sektor. Termasuk industri sepakbola Indonesia. Laga tanpa penonton terpaksa dijalani. Pendapatan klub dari penonton yang miliaran rupiah itu terpaksa hilang. Persebaya yang setiap laga kandang rata-rata bisa meraih hasil kotor penjualan tiket Rp 2 miliar per laga menjadi hilang. Begitu juga Arema. Pemilik klub harus mati-matian mencari dana lain.
Namun, sekarang pertandingan Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 sudah boleh dihadiri penonton lagi. Arema dan Persebaya misalnya harus segera mencari pemain yang lebih joss menghadapi putarah 2.
BACA JUGA: Update: 127 Orang jadi Korban Kerusuhan di Kanjuruhan
Menjelang musim ini mungkin mereka menjual beberapa pemain bagusnya di musim lalu untuk tambahan modal. Di putaran 2 nanti semoga mereka sudah punya dana untuk memperkuat tim.
Tapi yang lebih penting, PSSI harus menggencarkan sosialisasi aturan FIFA. Jangan ada lagi gas air mata masuk stadion.
Bila perlu di setiap pintu masuk stadion dituliskan larangan membawa flare, senjata tajam, mercon, dan GAS AIR MATA. Jangan sampai kita menangis darah lagi. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi