Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 02:15 WIB
Surabaya
--°C

Momentum Penguatan Perekonomian ASEAN

Pada awalnya, 11 negara anggota Uni Eropa mengadopsi mata uang ini. Euro menggantikan mata uang lama seperti Mark Jerman, Franc Perancis, Lira Italia, dan lainnya yang ditarik secara bertahap.

Oleh: Defiyan Cori

KEMPALAN: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) ke-48 tahun 2026 diselenggarakan di Cebu, Filipina, pada 7-9 Mei 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto telah berangkat menghadiri langsung pertemuan ini. Fokus KTT ASEAN kali ini terkait isu krusial seperti krisis energi akibat perang, resiliensi bencana, dan penguatan kerja sama ekonomi di kawasan. Mengusung tema, “Navigating Our Future Together”.

Yang menarik dari tuan rumah KTT Asean kali ini adalah dipilihnya Kota Cebu sebagai tempat penyelenggaraan High-level summit meeting. Cebu adalah sebuah provinsi terletak bagian tengah dan pulau di wilayah Visayas Tengah, Filipina.

Posisinya berada di bagian timur pulau utama. Kota Cebu, ibu kotanya, dikenal sebagai “Kota Ratu di Selatan”. Wilayah ini juga merupakan pusat perdagangan serta wisata tertua dan terbesar kedua di Filipina setelah Manila.

Selain itu, Cebu terkenal dengan kombinasi pusat kota modern, sejarah yang kaya, dan destinasi wisata alam seperti pantai dan tempat selam. Terdiri dari satu pulau utama (Pulau Cebu) dan dikelilingi oleh 167 pulau kecil, termasuk Pulau Mactan, Bantayan, dan Malapascua.

Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan sebagai negara kepulauan dengan tradisi yang dijaga dengan baik sebagaimana organisasi negara-negara Asean terbentuk dari kesamaan letak geografis dan kultural masyarakatnya.

Gagasan Mata Uang Tunggal

Penting bagi Asean dalam KTT Cebu 2026 kali ini mengambil momentum peran strategis kawasan di tengah konflik Timur Tengah yang tak berujung pangkal.

Setidaknya, untuk mengantisipasi pengaruh dan dampaknya bagi pertumbuhan perekonomian kawasan ini. Khususnya, yang terkait dengan isu utama ketahanan sektoral dunia.

Yaitu pangan (food), energi (energy) dan air (water) yang menguasai hajat hidup masyarakat kawasan Asean. Terutama jalur pasokan energi dunia yang terhambat di Selat Hormuz wilayah perairan Iran.

Disamping itu, pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Asean cukup tinggi dibanding negara kawasan lainnya. Pada tahun 2025, rata-rata capaian kinerja pertumbuhan ekonomi kawasan mencapai 5,08 persen.

Yang mana, Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Asia Tenggara, yaitu 8,02 persen. Sedangkan, Indonesia berada diperingkat ke-2 dengan capaian 5,11 persen mengungguli Singapura dan Malaysia. Myanmar, Laos dan Kamboja masih berada di kisaran 2 persen dan ada yang capaiannya minus.

Mencermati kekuatan dan ketahanan ekonomi negara-negara anggota Asean ini, maka diharapkan KTT Cebu 2026 bisa menghasilkan komunike kerjasama yang strategis dan konstruktif.

Apalagi, populasi penduduk Asia Tenggara mencapai sekitar 702,8 juta jiwa per Januari 2026, setara 8,49% dari total penduduk dunia. Indonesia merupakan negara Asean dengan populasi terbesar (data SUPAS BPS 284,67 juta jiwa, 2025), diikuti Filipina dan Vietnam, menjadikannya salah satu kawasan terpadat di dunia serta pasar potensial.

Atas dasar kesetaraan dan keseimbangan perekonomian dunia selayaknya tema menentukan kedudukan dan arah perjalanan (navigating) masa depan Asean yang krusial adalah mata uang tunggal. Asean dengan berbagai kekayaan Sumber Daya Alam-nya (SDA) perlu memikirkan serius ketahanan ekonomi serta pertahanan dan keamanan kawasannya.

Memastikan diri tidak terlibat dalam pengaruh konflik USA-Israel dengan Iran yang justru merugikan sekaligus memperlemah kekuatan ekonomi dan kultural kawasan.

Salah satu upaya yang harus ditempuh tidak lain melalui penguatan mata uang masing-masing negara yang selama ini “lemah” di hadapan US dollar.

Sebagaimana halnya, mata uang tunggal Eropa, Euro (€), secara resmi telah diberlakukan dalam dua tahap utama, yaitu 1 Januari 1999 ditandai dengan digunakannya mata uang giral (elektronik/akuntansi) untuk keperluan perbankan dan transaksi keuangan.

Selanjutnya, pada 1 Januari 2002 uang kertas dan koin Euro resmi beredar dan menggantikan mata uang nasional di negara-negara anggota wilayah Eropa (Eurozone).

Pada awalnya, 11 negara anggota Uni Eropa mengadopsi mata uang ini. Euro menggantikan mata uang lama seperti Mark Jerman, Franc Perancis, Lira Italia, dan lainnya yang ditarik secara bertahap.

Setelah 24 tahun, Euro adalah mata uang resmi di sebagian besar negara Uni Eropa yang tergabung dalam zona Eropa.

Bisa saja KTT Cebu 2026 menjadi pembuka jalan bagi gagasan mata uang tunggal Asean yang secara bertahap dan teknis ditindaklanjuti oleh masing-masing Menteri teknis dan Gubernur Bank Sentral masing-masing.

*) Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.