SIDOARJO-KEMPALAN: Di tengah persaingan olahraga Jawa Timur yang kian tajam, Kabupaten Sidoarjo seolah terbangun dari pujian atas populasi besar dan fasilitas memadai, namun nyaris tergerus oleh daerah berukuran jauh lebih kecil namun tajam mencetak prestasi. Kota Kediri dan beberapa kabupaten tetangga menjadi bukti nyata: jumlah atlet bukan jaminan, tetapi sistem pembinaan adalah kunci memanen medali. Kini, momen PORKAB Sidoarjo 2026 bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan titik tolak strategis KONI Sidoarjo untuk merajut kembali kejayaan dan merebut kembali trofi yang selama ini berpindah tangan.

Menatap pesta olahraga terakbar tingkat provinsi, Porprov X Jawa Timur 2027 yang digelar di Surabaya, KONI Kabupaten Sidoarjo telah menyusun peta jalan (roadmap) terukur. Belajar dari catatan kelam di Porprov 2025 Malang di mana capaian belum memuaskan, Sidoarjo tak mau lagi sekadar menjadi penonton sukses daerah lain. Persiapan dilakukan jauh hari lebih dini, membuka lebar “kran” regenerasi dan pembinaan agar medali yang berpindah ke tangan daerah pesaing bisa pulang ke kandang, bahkan bertambah banyak.
Fokus utama ditancapkan pada cabang olahraga unggulan yang memiliki sejarah prestasi dan potensi emas tinggi. Cabang-cabang ini harus “dirawat” secara intensif, diberi dukungan penuh, dan dijaga daya saingnya agar tak mudah dikalahkan lawan. Tidak hanya mengandalkan kekuatan saat ini, KONI juga memastikan ketersediaan penerus melalui pemetaan bibit muda sejak dini.
Daftar Cabang Olahraga Unggulan Sasaran Medali Porprov 2027:
No Cabang Olahraga Keterangan / Kelompok
1 Sepak Bola Putra & Putri
2 Voli Indoor Putra & Putri
3 Voli Pantai Putra & Putri
4 Dayung Potensi emas di ajang provinsi
5 Akuatik Renang, loncat indah, polo air
6 Sepatu Roda Unggulan tradisional Sidoarjo
7 Petanque Stabil meraih medali perak & emas
8 Equestrian / Berkuda Keunggulan fasilitas daerah
9 Beladiri Pencak Silat, Karate, Taekwondo, Kempo, Wushu
Melalui Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), KONI Sidoarjo meramu rangkaian program berurutan dan terpadu. Tidak ada lagi persiapan dadakan. Langkah-langkah ini disusun untuk memperbaiki kekurangan masa lalu hingga membentuk tim yang siap bertarung habis-habisan di tanah Surabaya nanti.
Peta Jalan Program KONI Sidoarjo: Road to Porprov 2027 Surabaya
Tahapan Nama Program Tujuan & Uraian Singkat
1 Evaluasi Pasca Porprov 2025 Malang Mengupas tuntas kendala, kelemahan, dan kesalahan strategi yang menyebabkan hasil kurang maksimal.
2 Pembenahan Keorganisasian Cabor Memperbarui kepengurusan yang masa baktinya habis, membina cabor pasif, serta menyelesaikan konflik internal agar manajemen sehat.
3 Pemetaan Potensi (Mapping) Penggalian data mendalam mengenai atlet berbakat, kualitas pelatih, metode latihan, hingga hambatan yang kerap terjadi.
4 PORKAB 2026 Pencarian bibit emas baru sekaligus uji kualitas atlet yang ada. Menghidupkan gairah kompetisi olahraga di seluruh penjuru Sidoarjo.
5 Peningkatan Kualitas Pelatih Pelatihan bersertifikasi dan penyegaran materi bagi pelatih yang akan menangani Puslatkab, menjamin SDM pelatih setara standar provinsi.
6 PUSLATKAB Pemusatan latihan berjangka panjang. Menempa fisik, mental, dan teknik atlet agar terbentuk karakter juara sebelum berangkat ke Porprov.
7 Pembentukan Tim Inti Porprov 2027 Seleksi akhir yang menyesuaikan peluang emas, kesiapan kompetitif, dan kekuatan nyata setiap cabor. Hanya yang terbaik yang dibawa ke medan laga.

Saat ini, roda persiapan baru saja sampai di putaran PORKAB 2026. Di sinilah pondasi diletakkan, kerangka tim disusun rapi, dan bibit-bibit unggul disortir ketat. KONI ingin memastikan apa yang terlihat di lapangan saat ini adalah investasi bagi kejayaan dua tahun mendatang.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sidoarjo, H. Chusaini Matleq, menyampaikan bahwa strategi ini adalah jawaban nyata atas tantangan persaingan yang makin ketat. “Kita belajar bahwa ukuran wilayah atau jumlah penduduk tidak otomatis menjamin kita menang. Kota Kediri membuktikan dengan persiapan rapi mereka bisa panen emas lebih banyak dari kita. Oleh karena itu, kita merombak total sistem pembinaan mulai dari akar rumput lewat PORKAB ini. Kita buka pintu seleksi seluas-luasnya, rawat potensi yang ada dengan kesabaran dan ketekunan. Medali yang sempat berpindah tangan, insyaallah tahun 2027 nanti kita tarik kembali pulang, bahkan kita tambah koleksinya,” tegas Chusaini dengan pandangan tajam ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, memberikan catatan bijak namun menusuk tepat ke akar masalah yang sering terjadi. Ia mengingatkan agar PORKAB tidak sekadar menjadi pesta kemeriahan semata.
“Tantangan terbesar kita selama ini satu kalimat saja: seringkali PORKAB hanya menang di kemeriahan, tapi saat prestasi diadu, hasilnya ‘amburadul’ atau berantakan. Kita tidak mau mengulang sejarah itu. Anggaran, fasilitas, dan dukungan pemerintah sudah kita siapkan. Tugas KONI dan pengurus cabor adalah mengubah pesta rakyat ini menjadi pabrik pencetak atlet bermental baja. Kalau di kandang sendiri kita santai, jangan harap di Surabaya nanti kita bisa bawa pulang emas. Mari bekerja serius, karena kejayaan Sidoarjo ada di tangan kita sekarang,” ungkap Yudhi Iriyanto tegas dan menohok.
Dengan visi yang telah tertulis jelas dalam peta jalan ini, harapan besar kini digantungkan pada PORKAB 2026 sebagai awal kebangkitan. Sidoarjo bertekad tak lagi sekadar menjadi peserta, melainkan menjadi penantang utama yang siap mengguncang papan klasemen Porprov X Jatim 2027 di Surabaya(M Fasichullisan/Ambari Taufiq).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi