Ricuh di Kanjuruhan Telan Korban, Persebaya Ucap Belasungkawa

waktu baca 2 menit
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang (MPI/Avirista)

MALANG-KEMPALAN: Persebaya Surabaya menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya sejumlah korban pada kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai Arema FC mengalami kekalahan dari sang rival bebuyutan Persebaya Surabaya di lanjutan pekan ke-11 Liga 1 musim 2022-2023, pada hari Sabtu (1/10) malam WIB.

Sempat tertinggal 2-0, klub asuhan Javier Roca itu kemudian berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir babak pertama.

Sayangnya, gol Sho Yamamoto di menit ke-51, gagal kembali dibalas oleh Singo Edan. Skor 3-2 untuk kemenangan Persebaya menjadi hasil akhir pertandingan.

Aremania, sebutan suporter Arema, pun tak terima tim kesayangan mereka dipermalukan di depan publik sendiri. Ribuan pendukung tim tuan rumah kemudian merangsek masuk ke dalam lapangan dan memicu kericuhan.

Akibat kerusuhan tersebut, banyak korban yang berjatuhan, beberapa penonton menderita luka-luka dan sesak napas karena saling berdesakan.

BACA JUGA: Update: 127 Orang jadi Korban Kerusuhan di Kanjuruhan

Menurut laporan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Imbas kerusuhan yang terjadi usai laga Arema vs Persebaya itu, memakan total korban 127 orang meninggal dunia.

Dari 127 korban tersebut, 34 orang diantaranya meninggal di stadion, sementara sisanya meninggal di rumah sakit. Sementara itu, terdapat 180 korban lainnya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Melihat banyak korban berjatuhan, pihak Persebaya Surabaya kemudian menyampaikan rasa belasungkawanya lewat akun Twitter resmi klub, pada Minggu (2/10) dini hari WIB.

Pihak Persebaya menegaskan bahwa tidak ada satupun nyawa yang sepadan dengan sebuah pertandingan sepakbola.

“Keluarga besar Persebaya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa setelah laga Arema FC vs Persebaya. Tidak ada satupun nyawa yang sepadan dengan sepak bola.” cuit akun Twitter resmi Persebaya, @persebayaupdate, Minggu (2/10/2022).

“Alfatihah untuk para korban dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.” tambahnya.

Beruntung tidak ada korban dari pemain dan tim official Persebaya, mereka berhasil dievakuasi dari Stadion Kanjuruhan begitu laga selesai.

Para pemain dan tim official dibawa keluar menggunakan empat kendaraan taktis Baracuda. Meski sempat tertahan cukup lama di luar stadion karena terkepung massa, mereka akhirnya berhasil keluar dengan aman.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *