TAIWAN-KEMPALAN: Labschool Universitas Negeri Surabaya (UNESA) resmi mengukuhkan taringnya di panggung pendidikan internasional. Bukan sekadar wacana, langkah berani ini dibuktikan melalui kunjungan strategis ke National Tainan Chia Chi Senior High School, Taiwan. Kedua institusi menyepakati program sister school lintas negara melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (27/5/2026).
Langkah progresif ini menjadi jawaban telak atas tantangan zaman yang menuntut integrasi global tanpa batas. Pertemuan tingkat tinggi yang disambut langsung oleh Kepala Sekolah National Tainan Chia Chi Senior High School, Chen Yuen-Ju, ini langsung diisi dengan agenda padat: school visit, bedah kurikulum, pertukaran budaya, hingga eksekusi kerja sama formal bilateralbilateral.

Direktur Lembaga Labschool UNESA, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., menegaskan dengan lantang bahwa kolaborasi ini haram hukumnya jika hanya menjadi seremonial di atas kertas. Ini adalah jembatan akselerasi nyata untuk mendongkrak mutu pendidikan nasional ke level tertinggi.
“Dunia hari ini tidak lagi mengenal sekat teritorial. Kerja sama dengan Taiwan adalah manifestasi konkret komitmen Labschool UNESA untuk melahirkan global citizens. Kita tidak hanya mengirim siswa dan guru untuk pelesiran akademik, tapi kita sedang mentransfer sistem nilai, teknologi pembelajaran modern, dan mengunci posisi Indonesia dalam radar pendidikan internasional,” tegas Prof. Sujarwanto tanpa ragu.
Dampak Nyata (Output) Bagi Siswa dan Guru
Kerja sama holistik ini didesain output-oriented yang langsung menusuk pada peningkatan kompetensi nyata:
Bagi Siswa: Merasakan langsung immersion program di Taiwan, menguasai literasi lintas budaya, mempertajam bahasa Mandarin dan Inggris, serta membuka peluang kolaborasi riset sains-teknologi remaja antarnegara.
Bagi Guru: Menaklukkan metodologi pembelajaran digital mutakhir (STEAM/AI), melakukan shadowing manajemen kelas internasional, dan mendongkrak kapasitas pedagogi lewat collaborative action research bersama pendidik Taiwan.
Lima Pilar Strategis Pembongkar Batas
Implementasi konkret dari perjanjian bilateral ini bertumpu pada lima poin krusial:
Program pertukaran siswa (student exchange)
Pertukaran guru dan tenaga kependidikan (teacher exchange)
Pengembangan joint project-based learning berbasis internasional
Penguatan hubungan kelembagaan
Implementasi program sister school berbasis budaya.
Lewat kemitraan taktis ini, Labschool UNESA sukses mengirimkan pesan kuat ke dunia luar: institusi pendidikan di bawah naungan LPTK Indonesia tidak kalah kelas. Mereka mampu bersaing, beradaptasi dengan cepat, dan diakui secara terhormat oleh institusi internasional bereputasi tinggi. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi