Budi Utomo
Syekh Siti Jenar. Misteri Hidup Mati. Fanatisme. Merasa Paling Benar. Wah Abah Dahlan memancing saya nih. Wkwkwk. Syekh Siti Jenar adalah tokoh penting dalam sejarah dan budaya Jawa. Manunggaling Gusti lan kawula (Bersatunya Tuhan dan hambaNya), Urip iku Urup (Hidup itu Menyala-nyala). Kita secara fisik adalah bangkai tapi secara “non fisik” bukan bangkai. Tak mudah memahami ajaran Siti Jenar. Saya hanya bisa mereferensikan buku-buku mengenai Siti Jenar yang ditulis Ustad Achmad Chodjim. Yang saya ingin garisbawahi adalah ajaran Syekh Siti Jenar besar pengaruhnya pada Islam yang inklusif dan toleran di Jawa bahkan mungkin di Indonesia. Saya sebagai pengamat sejarah sangat menyukai buku-buku Achmad Chodjim yang membuka wawasan saya mengenai Islam Nusantara. Yang tidak merasa “paling benar”.
Budi Utomo
Informasi dari Achmad Chodjim mengenai sejarah masuknya Islam di Jawa sangat bagus. Salah satunya adalah salah kaprah mengenai Wali Songo/Wali Sanga yang menurut banyak orang jumlahnya harus tetap sembilan atau Songo/Sanga. Padahal tidak harus sembilan. Sanga/Songo ini adalah penyimpangan dari kata Sangha/Songho. Ketika pertama kali Islam masuk sudah pasti harus permisi pada agama yang lebih tua yaitu Hindu dan Buddha. Wali adalah istilah Arab untuk Sangha. Jadi Sangha atau para pemimpin agama Islam dikenal sebagai Wali Sangha atau Sangha Wali. Lalu entah mengapa kemudian berubah menjadi Wali Sanga/Songo. Ini sama seperti Bioro Buddho (Vihara Buddha) menjadi Boro Budur.
Arala Ziko
seorang investor kondang pernah berkata “Being too far ahead of your time is indistinguishable from being wrong”. itu yg pernah terjadi pada menteri beberapa tahun silam soal mobil listrik dan soal jadwal tanding malam hari.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi