Impostor Among Us
Pernah baca penjelasan, bahwa hikmah di balik ada fanatisme suku, misalnya marga. Salah satunya untuk menghadirkan rasa tanggungjawab menjaga citra baik bersama. Sebaliknya menjadi rem agar jangan sampai membikin malu komunitas semarga.
Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Statement akhir Pak Disway mantap. Hidup seperti pohon bukanlah hidup. Kenyataannya semua yang hidup butuh pohon. Benar tidak? Anda makan nasi. Tanpa pohon padi tidak ada nasi. Nasi anda berlauk tempe. Tanpa pohon kedelai tidak ada tempe. Biar mantap tempe sama sambel kecap. Tanpa pohon lombok tidak ada sambel. Begitu bukan? Ya, anda semua sudah tahu. Tanpa pohon tidak ada kehidupan. Jadi kesimpulannya apa? Fanatisme membuat hidup bergairah. Kegairahan hidup akan membuat anda bahagia. Jadi endingnya,” Saya akan terus hidup bergairah sampai akhir kehidupan saya.”
*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi