Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 20:01 WIB
Surabaya
--°C

Bukan Sekadar Akademi: Elkisi Mojokerto Luncurkan Pesantren Sepakbola “Berotak Brasil, Berhati Makkah”

MOJOKERTO – KEMPALAN: Sebuah babak baru dalam sejarah pembinaan sepak bola Indonesia resmi dimulai. Di tengah hiruk-pikuk industri sepak bola modern yang kerap mengabaikan nilai-nilai fundamental manusia, sebuah institusi unik lahir di kaki Gunung Penanggungan, Mojokerto. Minggu (10/5), Aula Pondok Pesantren eLKISI di Kecamatan Pungging tidak hanya menjadi saksi peresmian akademi sepak bola, tetapi juga kelahiran sebuah manifestasi filosofis: Pesantren Sepakbola eLKISI.

Langkah ini melampaui sekadar pembinaan teknik di atas rumput hijau. Ia adalah jawaban atas krisis karakter dalam sepak bola nasional sekaligus keberanian mencetak pemain yang utuh—intelegensinya setara pesepak bola dunia, namun spiritualitasnya tetap terpatri pada nilai-nilai ketuhanan.

Sinergi Sang Legenda dan Visi Besar

Acara peresmian berlangsung khidmat namun penuh semangat. Hadir sejumlah tokoh ikonik sepak bola Indonesia, seperti Yusuf Ekodono dan gelandang tim nasional, Evan Dimas, yang memberikan testimoni mendalam.

Di jajaran kepelatihan, nama-nama besar menjadi jaminan mutu teknis. Indra Sjafri dan Hanafing tercatat sebagai instruktur utama. Sementara posisi Direktur Teknik dipercayakan kepada pemegang lisensi Pro-AFC, Joko “Gethuk” Susilo, yang didampingi pelatih berpengalaman seperti Nurdin Lubis, Lucky Wahyu, Taufik Sholeh dll.

Pengasuh Pondok Pesantren eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman M. Pd.I., dalam pidato visionernya mengguncang kesadaran hadirin.

“Kami tidak sedang mencetak atlet robot. Kami sedang melahirkan manusia seutuhnya—pemain sepak bola yang berotak Brasil, berhati Makkah. Sosok yang mampu membaca permainan sekelas bintang dunia, tetapi sujud panjangnya tetap menghamba pada Sang Pencipta. Inilah manifestasi wasiat almarhum Rusdy Bahalwan, mentor kami yang menjadi kompas moral: menjadi ASN, ustadz, pemain, dan pelatih yang bukan hanya memberi contoh, tapi bisa menjadi contoh hidup.”

Dukungan Penuh dari Ulama dan Birokrasi

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, menyambut inisiatif ini sebagai terobosan peradaban.

“Sebagai anak pesantren, saya melihat ini adalah ijtihad terhebat di bidang olahraga. Elkisi membuktikan bahwa agama dan sepak bola tidak perlu dipertentangkan. Bahkan, keduanya bisa bersenyawa melahirkan ‘laboratorium manusia unggul’ dari Mojokerto untuk dunia. Ini bukan sekadar prestasi, tapi keteladanan.”

Apresiasi Otoritas Sepak Bola Nasional

Tokoh pengembangan sepak bola nasional, Indra Sjafri, menyebut langkah ini sebagai “terobosan brilian yang harus direplikasi.” Sementara perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur, Joko Tetuko, menilai bahwa Pesantren Sepakbola eLKISI merupakan model pembinaan usia dini paling ideal dan holistik di Indonesia saat ini.

Evan Dimas, yang turut hadir, menambahkan, “Gagasan ini sangat luar biasa. Di sini, seorang pemain tidak akan pernah kehilangan jati dirinya sebagai hamba Tuhan saat sedang mengejar mimpi menjadi juara. Inilah yang selama ini hilang dari ekosistem sepak bola kita.”

Haru Orang Tua wali Santri: Sebuah Mukjizat

Kebahagiaan yang sama terpancar dari para wali santri. Basuni, salah satu orang tua, mengaku tak kuasa menahan haru.

“Ini seperti mukjizat bagi kami. Anak kami mendapatkan ilmu agama yang luhur di dalam kelas dan diasah bakat sepak bolanya di lapangan dengan standar profesional. Sebuah keseimbangan sempurna yang selama ini hanya kami impikan. Kini, Elkisi mewujudkannya.”

Pesantren Sepakbola eLKISI kini berdiri tegak di Kecamatan Pungging, Mojokerto. Ia bukan sekadar tempat latihan. Ia adalah kapsul waktu yang mengirimkan pesan ke panggung dunia: bahwa peradaban sepak bola besar hanya bisa dibangun dari akhlak yang mulia. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.