GRESIK-KEMPALAN: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menunjukkan cara berbeda dalam memaknai Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Bukan dengan menggelar seremonial yang memicu kerumunan massa, partai berlambang banteng moncong putih ini memilih jalur senyap yang lebih menyentuh hati rakyat. Mereka mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk membagikan daging kurban secara door to door, Kamis (28/5/2026).
Aksi kemanusiaan ini berpusat di Kantor DPC PDI Perjuangan Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 38 C, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Sejak pukul 07.30 WIB, jajaran pengurus DPC bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Gresik dan Kebomas telah bahu-membahu melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, DPC PDI Perjuangan Gresik menyembelih satu ekor sapi bantuan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan satu ekor kambing dari swadaya DPC.
Langkah akomodatif ini menjadi pembeda esensial. Di saat banyak lembaga terjebak dalam pembagian kurban konvensional yang kerap mengabaikan martabat penerima akibat antrean panjang, PDI Perjuangan Gresik justru menjemput bola. Sebanyak 200 paket daging kurban diantarkan langsung oleh para kader ke tangan tetangga kantor, tukang becak, hingga petugas parkir.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Toriqi Fajerin, menegaskan bahwa transformasi cara pembagian ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan gotong royong. Kami tidak ingin warga mengantre panas-panasan. Kader kami yang bergerak mengetuk pintu rumah mereka. Kami berharap cara ini lebih efektif, tepat sasaran, dan mempererat kedekatan emosional dengan masyarakat,” ujar Toriqi Fajerin.

Langkah simpatik ini mendapat apresiasi mendalam dari akar rumput. Abdul Wahid (64), seorang warga sekitar kantor DPC PDI Perjuangan Gresik di jalan Jaksa Agung Suprapto mengaku terharu dengan metode pembagian ini.
“Baru kali ini ada yang mengantarkan langsung daging kurban sampai ke depan rumah. Biasanya kami harus mengantre berjam-jam dan berdesakan di tempat lain. Cara PDI Perjuangan ini sangat sopan dan memanusiakan kami yang kecil ini,” ungkap Abdul Wahid.
Senada dengan Wahid, Arif Rahman (52)warga Jaksa Agung Suprapto menilai aksi ini sebagai wujud nyata kepedulian religius yang tidak berjarak dengan rakyat.
“Bagi kami yang bekerja di jalanan, waktu sangat berharga. Kalau harus mengantre, kami kehilangan mata pencaharian hari ini. Dengan diantar langsung seperti ini, kami merasa sangat diperhatikan. Ini benar-benar berkah Iduladha yang nyata,” tutur Arif.
Melalui momentum Iduladha 2026 ini, PDI Perjuangan Gresik berhasil mengawinkan nilai religiusitas ibadah kurban dengan ideologi gotong royong nasionalis. Sebuah manifestasi politik kemanusiaan yang membuktikan bahwa partai politik hadir bukan hanya saat kontestasi pemilu, melainkan senantiasa ada di tengah denyut nadi kesusahan rakyat.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi