Selasa, 30 Juni 2026, pukul : 10:56 WIB
Surabaya
--°C

Dari Bengkel Kecil ke Podium Emas: SMA Labschool UNESA 1 Surabaya Buktikan Inovasi Indonesia Mendunia di Ajang World Robotic for Peace

SURABAYA-KEMPALAN: Dalam keheningan laboratorium yang dipenuhi denyut sirkuit dan deretan kode pemrograman, lahirlah sebuah keajaiban yang mengguncang dunia. Empat siswa SMA Labschool UNESA 1 Surabaya—Ellza Cahya Lumintang, Airel Dovano Izan Ghafara, Evo Excel Novando, dan Evan Beck Nararya—telah mengubah mimpi menjadi kenyataan di ajang paling bergengsi robotika internasional.

Berlangsung di Science Centre Singapore pada 26–30 Juni 2026, ajang 16th World Robotic for Peace Students Conference & E-Sport Tournament menjadi saksi bisu bagaimana karya anak bangsa mampu menundukkan kompetitor dari berbagai negara maju. Dengan memodifikasi sistem kendali, menyempurnakan mekanika presisi, dan meracik algoritma cerdas berbasis kecerdasan buatan, keempat siswa ini berhasil menyapu tiga kategori sekaligus: Juara 1 Kategori Open 3 Kg, Juara 2 Kategori Open 1 Kg, dan Juara 1 Kategori Close 1 Kg—sebuah capaian yang setara dengan dua medali emas dan satu perak, dipersembahkan untuk Indonesia di tanah orang.

Di dunia robotika kompetitif, kemenangan tidak lagi semata tentang komponen mahal atau anggaran besar, melainkan tentang kemampuan membaca medan, menyesuaikan strategi secara adaptif, dan menciptakan efisiensi energi melalui inovasi rekayasa. Tim Labschool UNESA 1 membuktikan bahwa kreativitas berbasis riset dan improvisasi teknis yang terukur mampu mengalahkan pengalaman panjang negara-negara industri maju. Robot-robot mereka bukan sekadar mesin; mereka adalah manifestasi dari nalar kritis, keuletan eksperimen, dan semangat kolaborasi lintas disiplin yang menjadi fondasi utama ekosistem pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Keberhasilan ini juga menjadi penanda bahwa kurikulum berbasis proyek dan pembinaan berkelanjutan di SMA Labschool UNESA 1 telah teruji di panggung tertinggi. Para siswa tidak hanya dilatih merakit, tetapi juga diajak berpikir sistemik—memahami dinamika sensor, aktuator, mikrokontroler, hingga algoritma pengambilan keputusan otonom. Inilah yang membedakan mereka: kemampuan menghadirkan solusi teknis yang elegan di tengah tekanan kompetisi.

BACA JUGA  SUPER SOCCER FESTIVAL 2026 : Marselino dan Keanu Bakar Semangat Generasi Emas di Final SSF 2026

Ibu Dra. Endah Purnomowati Nurhasan, M. Pd. – Ketua Yayasan DWP UNESA
“Ini adalah langkah besar yang membuktikan bahwa sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. Anak-anak kita telah menuliskan narasi baru: bahwa dari ruang kelas, mereka mampu mengguncang dunia. Saya berharap ini menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak penemu dan ilmuwan dari tanah air. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan karakter dan intelektual berjalan beriringan.”

Prof. Dr.Sujarwanto, M.Pd. – Direktur BPSL Labschool UNESA
“Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan klimaks dari proses panjang yang mengutamakan ketekunan, pendekatan ilmiah, dan keberanian mengambil risiko. Saya melihat ini sebagai bukti bahwa ekosistem pendidikan berbasis riset di Labschool UNESA telah mulai berbuah manis di tingkat global. Semoga semangat inovasi ini terus menyala dan menginspirasi satuan pendidikan lain di Indonesia.”

Ibu Dewi Purwanti, S.Pd., M.Pd. – Kepala SMA Labschool UNESA 1 Surabaya
“Mereka adalah empat bintang yang menerangi jalan bagi ratusan siswa lainnya. Kisah Ellza, Airel, Evo, dan Evan adalah pengingat bahwa tidak ada yang mustahil jika kemauan dan keilmuan bersatu. Kami di sekolah hanya menyediakan panggung; merekalah yang memainkan simfoni kemenangan dengan luar biasa. Saya sangat bangga karena mereka tidak hanya cerdas, tetapi juga rendah hati dan penuh semangat kebersamaan.”

Ellza Cahya Lumintang – Perwakilan Tim Robotik
“Alhamdulillah, kami ingin dunia tahu bahwa anak-anak Indonesia bisa. Setiap tetes keringat di bengkel robot, setiap malam yang kami lewati untuk menyempurnakan kode pemrograman, kini terbayar sudah. Terima kasih kepada semua pihak yang percaya pada kami—ini adalah persembahan kami untuk ibu pertiwi. Semoga prestasi ini menjadi pemantik bagi adik-adik kelas untuk berani bermimpi dan berkarya.”

BACA JUGA  Ketika Kamu Sudah Teredukasi: NPD Hanya Badut Penuh Drama

Dalam konteks global, kejuaraan World Robotic for Peace bukan sekadar ajang adu cepat, melainkan laboratorium masa depan tempat generasi muda diuji dalam pemecahan masalah nyata melalui teknologi otonom. Kategori yang dimenangi tim Labschool UNESA 1—Open 3 Kg, Open 1 Kg, dan Close 1 Kg—menuntut keseimbangan antara stabilitas mekanik, kecepatan respons sensor, efisiensi baterai dan aktuator, serta kecerdasan algoritmik dalam pengambilan keputusan di medan dinamis.

Keberhasilan mereka menandakan bahwa pendekatan design thinking dan iterative prototyping yang diterapkan sekolah telah teruji di panggung tertinggi. Dalam kategori Close, misalnya, robot dituntut bekerja secara otonom tanpa kendali jarak jauh sebuah tantangan yang membutuhkan penguasaan mendalam tentang sensor ultrasonik, infrared, serta logika fuzzy untuk menghindari halangan dan menyelesaikan misi dengan presisi tinggi.

Lebih dari sekadar robot, para siswa ini membawa misi besar: menanamkan perdamaian melalui teknologi, sebagaimana tema ajang ini. Mereka adalah duta teknologi yang menunjukkan bahwa inovasi tidak mengenal batas usia, dan bahwa generasi muda Indonesia siap menjadi pelaku utama dalam peradaban teknologi dunia.

SMA Labschool UNESA 1 Surabaya telah membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah tembok, melainkan jembatan untuk menunjukkan kualitas. Ketika robot-robot ciptaan mereka melintasi arena Singapura dengan lincah dan presisi, di situlah Indonesia berbisik kepada dunia: “Kami hadir bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk memimpin.” Sebuah kebanggaan yang tak lekang oleh waktu, dan sebuah warisan semangat bagi generasi mendatang. Dari Surabaya, untuk Indonesia, untuk dunia.(Ambari Taufiq M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.