SURABAYA-KEMPALAN : Ketua Umum FORKI Jawa Timur, Johanes Koento, resmi melepas 47 karateka terbaik menuju Kejurnas Karate di Bandung, Jawa Barat (9–12 Mei 2026). Meski datang dengan persiapan singkat, Koento mengirimkan pesan provokatif yang elegan bagi para pesaingnya.
Dalam seremoni pelepasan pada Rabu (6/5), Koento menegaskan bahwa kontingen Jatim yang terdiri dari 27 putra dan 20 putri bukan datang sebagai penggembira. Mereka adalah hasil kurasi ketat yang membawa mentalitas “petarung lapar”.
Psychowar Elegan: Merusak Pesta Tuan Rumah

Menyadari posisi DKI Jakarta dan Jawa Barat sebagai kekuatan dominan, Koento justru melihat celah dari status non-unggulan yang disematkan pada timnya.
“Persiapan kami memang seumur jagung, tapi mental anak-anak sudah terbentuk bertahun-tahun. Jatim paling suka merusak pesta di rumah orang,” ujar Koento tenang namun tajam.
Pernyataan ini menjadi psychowar pembakar semangat. Baginya, keterbatasan waktu persiapan justru menjadi senjata untuk mengejutkan lawan yang lengah.
“Kami ke Bandung bukan untuk studi banding. Kami ke sana untuk menjemput hak kami: prestasi,” tambahnya dengan senyum penuh makna.
Modal Nyali di Atas Matras

Secara teknis, tim pelatih telah mengasah explosive power dan transisi cepat para atlet. Ketua Inkai Jatim, Suyanto Kasdi, menambahkan bahwa meski peta kekuatan nasional merata, “Faktor X” berupa nyali arek-arek Jatim akan menjadi pembeda.
Kontingen Jatim dijadwalkan mulai bertanding akhir pekan ini. Di bawah arahan Johanes Koento, mereka membawa misi tunggal: membuktikan bahwa prestasi tak bisa didikte oleh waktu, melainkan oleh tekad.
(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi