Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 15:42 WIB
Surabaya
--°C

Agar ‘Clear’, Sekarang Saja Teddy Diperiksa

Ini untuk menjawab jelas supaya publik tidak bergosip, menduga-duga, dan menghentikan budaya tidak jujur seperti skandal ijazah palsu Jokowi. Kelamin palsu pejabat lebih bahaya daripada ijazah palsu.

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Bertahan dengan keyakinan atas pernyataan soal perilaku seksual Seskab Teddy Indra Wijaya dan kesiapan jika proses hukum harus dilalui, adalah sikap ksatria Prof Amien Rais dalam spirit untuk membangun budaya Istana yang bersih dan bermoral.

Tidak ada yang salah dengan niat dan upaya itu. Pak Amien Rais pun mengangkat masalah ini sekedar mengartikulasikan apa yang sudah dan sedang berkembang di masyarakat.

Hoaks, fitnah, atau pencemaran yang dituduhkan oleh Menkomdigi, MenHAM, atau tokoh lain seperti Hendropriyono dan Dudung Abdurahman tidaklah bisa menjawab masalah.

Apalagi model Dudung yang membela Teddy atas sikap hormat dan sopan kepada dirinya. Ia lupa kurang hormat dan akrab apa Teddy gelendotan kepada Menteri PKP Maruarar Sirait sebagaimana dalam tayangan media.

Amien Rais dan Tim tentu saja siap berperang hukum di Pengadilan, membawa ketertutupan ke ruang yang terbuka, dari remang-remang ke tempat, terang, menjawab normal atau abnormal, lurus atau menyimpang.

Uji forensik alat bukti Teddy bersama-sama. Kasus ini bukan ranah privat tapi menyangkut dugaan perilaku menyimpang penyelenggara negara, pemimpin bangsa yang seharusnya menjadi teladan untuk jutaan kepala.

Mempertanyakan bukanlah pelanggaran HAM. Begitu juga dengan penyuka sesama jenis bukan HAM. Hak Asasi Manusia adalah hak yang diberikan Tuhan kepada manusia dan jika hak itu hilang, maka hilang kemanusiaan.

Gay atau lesbian adalah bukan HAM tapi penyimpangan. Jika hilang tidak hilang kemanusiaan. Bahkan tanpa gay jadilah ia manusia. Penyuka sesama jenis dalam agama dinilai lebih hina daripada hewan. Hewan tidak ada yang gay atau lesbian.

Tantangan Pak Amien untuk pembuktian terbuka di Pengadilan sangatlah bagus. Dokter spesialis dapat dihadirkan apakah psikiater, spesialis andrologi, internis, urologi, atau lainnya.

Ini untuk menjawab jelas supaya publik tidak bergosip, menduga-duga, dan menghentikan budaya tidak jujur seperti skandal ijazah palsu Jokowi. Kelamin palsu pejabat lebih bahaya daripada ijazah palsu.

Sesungguhnya bagi edukasi publik dan membangun budaya transparansi, lebih bagus jika secara sukarela dan inisiatif sendiri Teddy melakukan pemeriksaan sekarang.

Jika hasilnya negatif artinya tidak benar gay, tinggal umumkan saja kepada publik. Case closed. Pak Prabowo bisa mendorong transparansi itu. Jangan seperti kasus ijazah palsu yang terus-menerus bermasalah, berbelit, dan pada akhirnya menjadi skandal kebodohan nasional.

Publik tetap berharap Teddy tidak berubah menjadi Tetty, Indra tidak menjadi Indri, dan Wijaya menjadi Wijayanti. Rakyat Indonesia ingin memiliki Presiden dan anggota Kabinet yang normal. Negara Pancasila adalah negara bermoral.

*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.