SIDOARJO —KEMPALAN : Laga final Kompetisi Internal Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sidoarjo 2026 menyisakan pilu dan ironi yang mendalam. Klub Bintang Putra Sidoarjo (BPS) sukses merengkuh gelar juara setelah menumbangkan PSP Pagerwojo dengan skor tipis 1-0 di Lapangan Porsad Sadang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Minggu (17/5/2026).
Namun, pesta juara tersebut berubah menjadi momentum penuh kekecewaan karena tidak ada trofi yang diserahkan kepada sang pemenang.
Sejak awal bergulir, kompetisi ini sudah didera karut-marut tata kelola. Jadwal pertandingan sempat mengalami penundaan berkali-kali akibat konflik internal pengurus yang memicu ketidakmaksimalan jalannya kompetisi.
Kejanggalan tersebut mencapai puncaknya pada laga pemungkas hari ini. Sepanjang pertandingan berlangsung, tidak ada satu pun pejabat teras atau pengurus inti Askab PSSI Sidoarjo yang hadir di lokasi. Tugas pengawasan sepenuhnya hanya dibebankan kepada panitia pelaksana (panpel) dan perangkat pertandingan.
Pascapeluit panjang ditiup, tidak ada selebrasi angkat piala dari para pemain BPS. Lapangan hijau justru diselimuti atmosfer keprihatinan. Penyerahan trofi yang seharusnya menjadi simbol supremasi pembinaan sepak bola lokal urung terlaksana tanpa alasan yang jelas dari pihak asosiasi.
Pelatih Bintang Putra Sidoarjo, Zackyudin, secara terbuka meluapkan kekecewaan mendalam atas perlakuan yang diterima anak asuhnya.
“Dengan kondisi karut-marut seperti ini, kami jelas sangat kecewa. Anak-anak sudah memeras keringat dan berjuang mati-matian di lapangan, tetapi tidak ada satu pun pejabat Askab yang datang untuk menggelar seremonial penutupan.
Ini adalah preseden buruk dan bentuk pelecehan terhadap perjuangan atlet,” ujar Zackyudin usai laga.
Ia juga menambahkan bahwa kelalaian organisasi ini berdampak sistemik terhadap masa depan olahraga di Sidoarjo.
“Dampaknya sangat besar bagi ekosistem pembinaan sepak bola usia dini di Sidoarjo. Mentalitas pemain muda bisa jatuh jika jerih payah mereka diabaikan.
Tidak hanya kami di BPS, pihak PSP Pagerwojo pun merasakan kekecewaan yang sama. Kompetisi ini terkesan telantar dan tidak terurus dengan baik. Beruntung kami semua masih memiliki komitmen tinggi untuk bermain dan menuntaskan kompetisi ini demi sportivitas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus Askab PSSI Sidoarjo belum memberikan konfirmasi resmi terkait ketidakhadiran mereka serta kejelasan status penghargaan bagi sang juara.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi