KEMPALAN: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (7/6) mendesak Iran agar berhenti meluncurkan rudal ke Israel dan kembali ke meja perundingan setelah Teheran menembakkan serangkaian rudal balistik terbaru.
“Apa yang akan saya sarankan kepada Iran: Anda telah menembakkan rudal Anda, sudah cukup,” ujar Trump kepada Fox News. “Kembali ke meja (perundingan) dan buat kesepakatan.”
Trump juga mengeklaim bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan sebelum Iran meluncurkan rudal-rudal itu sebelumnya pada hari yang sama.
“Kami hampir (mencapai kesepakatan). Saya kira perjanjian akan ditandatangani pada Senin (8/6), Selasa (9/6), atau Rabu (10/6) dalam pekan mendatang. Dan, sekarang hal ini (serangan ini) malah terjadi,” ujarnya.
“Hal ini tentu saja tidak akan membantu (proses) perundingan,” tutur Trump.
Dalam sesi wawancara lainnya dengan outlet media AS, Axios, Trump menyampaikan dirinya akan menelepon Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan mendesaknya agar tidak membalas serangan rudal Iran.
“Saya akan menelepon Bibi sekarang dan memintanya agar tidak membalas. Keduanya telah menikmati momen menyenangkan mereka. Israel telah melancarkan serangannya, dan Iran juga sudah melancarkan serangannya. Kami tidak memerlukan serangan lainnya,” imbuh Trump.
Menurut CNN, Iran menembakkan sedikitnya 10 rudal balistik ke Israel dalam sedikitnya tiga gelombang terpisah pada Minggu. Militer Israel menuturkan semua rudal tersebut berhasil dicegat.
Dua narasumber Israel yang pernyataannya dikutip oleh CNN mengatakan bahwa Israel akan memberikan respons yang “kuat” terkait serangan itu, sehingga memicu kekhawatiran perihal eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi