Kiehl menyusun hasil risetnya ini dengan sistematis akademik. Jadi buku yang menginspirasi pembacanya, orang tua, agar tidak terjerumus dalam mengasuh anak-anak.
Kiehl: “Perasaan klinis saya, bahwa anak ini (Grabble) salah bergaul. Ia punya pikiran rapuh. Orang dapat menanamkan ide apa saja, ke dalam pikiran yang rapuh, lantas membuat ia melakukan apa saja. Keyakinan Grabble bahwa ia psikopat, adalah delusi. Ia hanya salah bergaul.”’
BACA JUGA: Tipu Modus Baru 3 Tahap kepada Ratusan Mahasiswa IPB
Satu kunci: Spader dan Grabble terabaikan ortu di masa kecil. Kesimpulan ini banyak ditemui di teori-teori pemikir kriminologi, psikologi, sosiologi. Mereka merujuk akar masalah di masa kecil manusia.
Bagaimana dengan Dhio? Sulit dibayangkan, masa kecilnya diriset psikolog. Dalam budaya kita tidak memungkinkan itu. Sebab, dianggap bisa memalukan pihak keluarga. Atau, penelitinya sungkan kepada keluarga yang diteliti, untuk mengungkap secara jujur. Akibatnya riset bias.
Betapa pun, kasus pembunuhan sekeluarga ini bakal diungkap di pengadilan. Kita tunggu hasilnya di sana. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi