“Gribble telah memutuskan, dirinya menjadi psikopat. Itu keinginannya. Gribble ingin disebut itu, meskipun tim peneliti sebelumnya tidak mengatakan itu. Sebab, hasil tes tidak mungkin diberitahukan ke tersangka.”
Dengan kata lain, Grabble sotoy.
Hasil dari Kiehl, ternyata Gribble dan Spader sama-sama punya IQ rendah. Mereka berteman sejak kecil. Sama-sama diabaikan ortu mereka di masa kecil. Spader lebih percaya diri dibanding Grabble. Sebaliknya, Grabble mengidolakan Spader.
BACA JUGA: Mayat Kalideres Dipegang, Gembur Kinyis-kinyis
Mereka jadi pasangan yang klop. Spader merasa jadi hero karena diidolakan Grabble. Sebaliknya, Grabble merasa dapat kompensasi. Melepaskan rasa terabaikan, terhina, frustrasi, di masa kecil, dengan mengikuti kenakalan-kenakalan Spader. Jadi klop. Mereka sering menyakiti orang lain.
Dalam bahasa Surabaya: Spader gunggungan. Grabble tukang sorak hore. Keduanya dihukum seumur hidup, tanpa pembebasan bersyarat, di penjara keamanan maksimum.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi