Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 01:41 WIB
Surabaya
--°C

UNESA TUTUP TURNAMEN PÉTANQUE INTERNASIONAL DENGAN PERPADUAN BUDAYA PRANCIS-NUSANTARA

Pétanque, Paris, dan Panggung Budaya: UNESA Kunci Kolaborasi Indonesia-Prancis di Usia ke-62


SURABAYA-KEMPALAN: Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menutup gelaran International Invitational Pétanque Tournament dengan semarak di Lapangan Pétanque Laboratorium Cak Hasan, Kamis (9/7). Turnamen yang mempertandingkan delapan kategori—mulai dari SD, SMP, SMA sederajat (single dan double), eksekutif, hingga double women dan double men—ini menjadi puncak kolaborasi budaya dan olahraga antara Indonesia dan Prancis menjelang perayaan Bastille Day 14 Juli.

Mengusung tajuk “Bola Baja dan Bastille”, acara penutupan dimeriahkan oleh penampilan finalis kompetisi vokal Fête de la Musique 2026 Serenada Nusantara. Matius Benjamin Pattirajawane membawakan Hymne à l’amour—lagu yang dipopulerkan Edith Piaf dan dibawakan Celine Dion di Olimpiade Paris—serta Feelings dalam dua versi bahasa Inggris dan Prancis. Reinhart Yupai Junior Sie turut memukau hadirin dengan SOS d’un Terrien en détresse dari opera rock Starmania dan J’ai cherché—perwakilan Prancis di Eurovision 2016.

BACA JUGA  Ratusan Akun Pelaku Usaha Dibekukan Sepihak, Gerakan Rakyat Desak Regulasi Perlindungan UMKM

Suasana semakin meriah dengan kehadiran boneka marionette raksasa yang memadukan ikon global dan lokal: Srikandi dari pewayangan Indonesia dan bintang sepak bola Prancis Kylian Mbappé, diiringi pertunjukan perkusi dari CP Percussions.


Jalinan Diplomasi Budaya di Bumi Cak Hasan

Acara ini menjadi bukti nyata penguatan hubungan bilateral Indonesia-Prancis, terutama setelah kunjungan jajaran UNESA ke Paris beberapa waktu lalu yang menghasilkan berbagai kesepakatan kerja sama strategis.

Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., dalam sambutannya mewakili Dies Natalies Ke-62 UNESA, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang silang budaya yang memperkaya wawasan mahasiswa dan masyarakat Surabaya. “Pétanque mengajarkan kita tentang ketepatan dan konsistensi—nilai yang juga kami tanamkan di kampus ini,” ujarnya.

Mr. Vincent PADARE, Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya yang mewakili Kedutaan Prancis, hadir memberikan pidato sekaligus menyaksikan langsung antusiasme peserta dan penonton. “À travers le pétanque, nous célébrons l’amitié franco-indonésienne,” tuturnya—”Melalui pétanque, kita merayakan persahabatan Prancis-Indonesia.”

BACA JUGA  Persebaya Resmi Perkenalkan Diogo Ramalho

Prestasi dan Penghargaan

Upacara penghargaan menjadi momen puncak, di mana para peraih medali dari delapan kategori menerima penghargaan langsung dari perwakilan UNESA dan Direktur IFI Surabaya. Turnamen ini berhasil mempertemukan atlet-atlet muda berbakat dari berbagai daerah, memperkuat semangat sportivitas dan persaudaraan.


Pesan Elegan di Usia ke-62

Dengan memadukan ketepatan olahraga, harmoni musik, dan seni boneka tradisional, UNESA menunjukkan bahwa kampus ini bukan hanya pusat akademik, tetapi juga laboratorium budaya yang mendunia. Perayaan Dies Natalies ke-62 kali ini menjadi penanda bahwa Surabaya—melalui Cak Hasan—telah menjadi salah satu simpul penting diplomasi budaya Indonesia-Prancis.

Selamat, UNESA! Teruslah menginspirasi dengan langkah-langkah berkelas.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.