SURABAYA -KEMPALAN: Lapangan petanque Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi saksi lahirnya sebuah peristiwa olahraga yang melampaui batas kompetisi. Bertepatan dengan peringatan Bastille Day, Hari Nasional atau Hari Kemerdekaan Prancis, International Invitational Petanque Disnatalis ke-62 UNESA Bola Baja Cup 2026 tampil sebagai simbol persahabatan Indonesia–Prancis melalui olahraga yang berasal dari Negeri Menara Eiffel tersebut.

Kejuaraan yang berlangsung pada 7 Juli 2026 itu menghadirkan atmosfer yang berbeda. Bukan sekadar adu akurasi melempar bola baja, melainkan momentum diplomasi olahraga yang mempertemukan dua bangsa dari dua benua dalam semangat persaudaraan, sportivitas, dan kolaborasi.
Nilai historis kejuaraan semakin kuat dengan hadirnya Direktur Institut Français d’Indonésie (IFI), Vincent Padare, yang mewakili Prancis. Kehadirannya menjadi simbol eratnya hubungan budaya dan olahraga antara kedua negara, sekaligus menunjukkan bahwa petanque bukan hanya milik Prancis, tetapi telah tumbuh menjadi olahraga yang menyatukan masyarakat dunia.
Kejuaraan resmi dibuka oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, serta dihadiri pimpinan UNESA yang diwakili Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., jajaran pengurus olahraga, akademisi, pelatih, atlet, dan tamu internasional.

Turnamen ini juga menjadi bukti nyata komitmen UNESA sebagai kampus olahraga dalam membangun ekosistem pembinaan atlet sejak usia dini hingga level prestasi nasional dan internasional.
Antusiasme Luar Biasa
Sebanyak 418 atlet dan peserta ambil bagian dalam delapan nomor pertandingan.
Nomor Pertandingan
Jumlah
Double SD/MI
45 tim
Single SMP/MTs
92 atlet
Double SMP/MTs
58 tim
Single SMA/SMK/MA
72 atlet
Double SMA/SMK/MA
62 tim
Double Eksekutif
13 tim
Double Men’s
49 tim
Double Women’s
27 tim
Total peserta: 418 atlet dan tim.
Jumlah peserta tersebut memperlihatkan bahwa petanque terus berkembang pesat di Indonesia. Pembinaan berlangsung berjenjang, mulai dari pelajar hingga kategori eksekutif dan atlet senior.
Amanah Ketua Umum KONI Pusat
Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menegaskan bahwa olahraga memiliki kekuatan menyatukan bangsa sekaligus menjadi jembatan persahabatan antarnegara.
“Petanque mengajarkan ketelitian, sportivitas, dan penghormatan kepada lawan. Saya mengapresiasi UNESA yang mampu menjadikan kejuaraan ini sebagai ruang pembinaan atlet sekaligus media diplomasi olahraga Indonesia dengan Prancis. Dari lapangan petanque inilah lahir bibit-bibit atlet masa depan yang akan mengharumkan Merah Putih di panggung dunia.”
Ia berharap kolaborasi internasional semacam ini terus diperluas sehingga Indonesia semakin diperhitungkan dalam perkembangan olahraga petanque dunia.
Vincent Padare: Indonesia Memiliki Masa Depan Besar

Direktur IFI, Vincent Padare, mengaku terkesan melihat perkembangan petanque di Indonesia.
“Petanque merupakan bagian dari identitas budaya Prancis. Sangat membanggakan melihat olahraga ini berkembang begitu pesat di Indonesia. Kehadiran saya di sini bukan hanya merayakan Bastille Day, tetapi juga merayakan persahabatan antara Prancis dan Indonesia melalui olahraga. Saya optimistis kerja sama ini akan terus berkembang.”
Ia menilai pembinaan atlet usia muda yang dilakukan Indonesia menjadi fondasi penting menuju prestasi internasional.
UNESA Perkuat Diplomasi Akademik dan Olahraga

Mewakili Rektor UNESA, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., menegaskan bahwa UNESA berkomitmen menjadi pusat pengembangan olahraga berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi global.
“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi. Ini merupakan ruang pendidikan karakter, penguatan persahabatan antarbangsa, sekaligus bagian dari diplomasi olahraga yang menghubungkan Indonesia dan Prancis. UNESA ingin terus menjadi rumah bagi lahirnya atlet berprestasi dunia melalui kolaborasi internasional.”
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen internasional tersebut menjadi bukti bahwa kampus mampu menghadirkan sinergi antara pendidikan tinggi, olahraga prestasi, dan hubungan internasional.
International Invitational Petanque Disnatalis ke-62 UNESA Bola Baja Cup 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kejuaraan. Di tengah denting bola baja yang saling beradu, lahir pesan kuat bahwa olahraga mampu menembus sekat bahasa, budaya, dan batas geografis. Dari Surabaya, petanque mengirimkan pesan persahabatan kepada dunia: bahwa olahraga adalah bahasa universal yang mempersatukan manusia.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi