Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 17:10 WIB
Surabaya
--°C

Meluruskan NU, Mengembalikan Marwah Jam’iyah

SURABAYA-KEMPALAN: Atas nama amanah para muassis, kami menyerukan kepada seluruh muktamirin Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35:

Jadikan Muktamar bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi momentum mengembalikan NU kepada jalan perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendiri.

Kami percaya bahwa Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi kekuatan moral bangsa apabila lima prinsip dasar ini dijaga.

1.Menegakkan Konstitusi Organisasi

Tidak ada seorang pun yang berada di atas Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, maupun Peraturan Perkumpulan. Semua kader memiliki kedudukan yang sama di hadapan aturan organisasi.

2.Mengembalikan Ulama sebagai Navigator

Ulama harus menjadi penuntun arah perjuangan organisasi. Kepemimpinan NU harus bertumpu pada ilmu, akhlak, keteladanan, dan amanah, bukan pada kekuatan modal maupun kedekatan dengan kekuasaan.

3.Menjaga Independensi Nahdlatul Ulama

NU harus mampu bekerja sama dengan siapa pun demi kemaslahatan bangsa, tetapi tidak boleh kehilangan kebebasan moral untuk mengingatkan, mengoreksi, dan menyampaikan kebenaran kepada siapa pun yang memegang kekuasaan.

BACA JUGA  Burung Bicara Sebelas Kata

4.Menolak Politik Transaksional

Muktamar harus menjadi pesta demokrasi organisasi yang bersih, bermartabat, bebas dari politik uang, intimidasi, mobilisasi kekuasaan, serta segala bentuk praktik yang mencederai kehormatan jam’iyah.

5.Membangun Kepemimpinan Peradaban

NU tidak cukup hanya melahirkan administrator organisasi. NU harus melahirkan pemimpin yang mampu membimbing umat, memperkuat persatuan bangsa, mengembangkan ilmu pengetahuan, memajukan pesantren, serta menghadirkan solusi atas persoalan kemiskinan, pendidikan, lingkungan, dan ketimpangan sosial.

Kami meyakini bahwa kebesaran Nahdlatul Ulama tidak diukur dari seberapa dekat dengan penguasa, melainkan dari seberapa besar kepercayaan umat yang lahir karena kejujuran, keteladanan, dan keberanian menjaga kebenaran.

Sebagaimana pesan , amanah adalah fondasi perjuangan. Organisasi akan kehilangan keberkahannya apabila amanah dikalahkan oleh kepentingan sesaat.

Karena itu, kami mengajak seluruh muktamirin untuk menjaga Muktamar sebagai forum yang suci dari transaksi kepentingan dan setia kepada cita-cita para muassis.

BACA JUGA  Husain Ali Al-Haddad: Membaca Taktik Bola di Inggris, Menjaga Sujud di Tiap Penjuru Dunia

Dari Tambakberas, mari kita teguhkan kembali bahwa Nahdlatul Ulama adalah rumah besar umat; tempat ulama memimpin dengan ilmu, organisasi berjalan dengan konstitusi, dan pengabdian kepada bangsa dilandasi keikhlasan.

NU bukan milik elite. NU adalah milik umat.

NU bukan alat kekuasaan. NU adalah penjaga moral bangsa.

NU bukan organisasi yang mengikuti arah angin politik. NU adalah kompas kebangsaan yang menuntun arah perjalanan Indonesia.

Meluruskan NU bukan berarti mengubah NU. Meluruskan NU berarti mengembalikan Nahdlatul Ulama kepada jalan yang telah dirintis para muassis: jalan ilmu, jalan akhlak, jalan amanah, dan jalan kemaslahatan.

Surabaya, 9 Juli 2026

Sudarsono Rahman
Wakil Ketua DPP Barikade Gus Dur
Koordinator Forum Aktivis NU Jawa Timur

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.