Sports Science Jadi Senjata Baru Persebaya, Usai MCU Terintegrasi Kini Green Force Petakan Performa Pemain dengan Teknologi VALD Performance
SURABAYA -KEMPALAN :Persebaya Surabaya terus menegaskan transformasinya sebagai klub sepak bola modern yang membangun prestasi di atas fondasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan tata kelola profesional. Setelah merampungkan medical check-up (MCU) terintegrasi bersama Mayapada Hospital, Green Force melangkah lebih jauh dengan mengimplementasikan teknologi VALD Performance untuk memetakan kondisi fisik, kualitas gerak, hingga potensi cedera setiap pemain secara ilmiah dan terukur.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persiapan Persebaya menghadapi kompetisi musim 2026/2027 tidak hanya berfokus pada perekrutan pemain berkualitas maupun penyusunan strategi di lapangan. Lebih dari itu, manajemen membangun ekosistem olahraga berbasis sports science, sebuah pendekatan yang telah lama menjadi standar klub-klub elite Eropa.
Melalui serangkaian perangkat VALD Performance—teknologi yang digunakan mayoritas klub Premier League Inggris—Persebaya kini mampu mengubah evaluasi fisik pemain dari sekadar observasi menjadi basis data objektif yang dapat dianalisis, dipantau, dan dibandingkan secara berkelanjutan.
Implementasi teknologi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam modernisasi klub. Di tengah persaingan kompetisi yang semakin ketat, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas individu pemain, melainkan juga kemampuan klub membaca setiap detail performa atlet melalui data ilmiah yang presisi.

Proses measurement test dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (9/7/2026), dan dipantau langsung CEO Persebaya, Azrul Ananda. Seluruh pengujian ditangani tim pelatih utama Persebaya Academy yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam pengoperasian perangkat sports science tersebut.
Azrul menegaskan bahwa pembangunan Persebaya tidak berhenti pada pembentukan skuad yang kompetitif. Klub juga secara bertahap memperkuat infrastruktur pendukung agar mampu bersaing secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah berinvestasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini,” ujarnya.
Menurut Azrul, investasi tersebut merupakan bagian dari transformasi besar yang sedang dijalankan klub. Selain memperkuat fasilitas latihan, Persebaya juga mengembangkan sistem analisis modern yang akan membantu proses scouting, evaluasi pemain, hingga penyusunan strategi sesuai filosofi permainan tim.
“Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi yang lebih baik, lebih ilmiah, dan lebih konsisten bagi perkembangan Persebaya dalam jangka menengah maupun panjang,” katanya.
Data Menjadi Bahasa Baru dalam Membangun Prestasi

Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Widjaja, Sp.OT(K), menjelaskan bahwa penggunaan VALD Performance merupakan bagian dari sistem pemeriksaan pemain yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Tahapan pertama dimulai melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh bersama tim multidisiplin Mayapada Hospital. Selain pemeriksaan medis umum, para pemain juga menjalani evaluasi fungsi gerak oleh dokter sports medicine guna memastikan setiap atlet benar-benar berada dalam kondisi optimal sebelum memasuki fase latihan intensif.
Setelah seluruh aspek kesehatan dinyatakan aman, pemain menjalani serangkaian pengujian menggunakan perangkat VALD Performance.
“Seluruh hasil pemeriksaan klinis kemudian diterjemahkan menjadi data kuantitatif berupa angka-angka objektif. Data inilah yang menjadi dasar bagi pelatih fisik, pelatih teknik, maupun tim medis dalam menyusun program latihan, meningkatkan performa, sekaligus meminimalkan risiko cedera selama satu musim kompetisi,” jelas dokter yang akrab disapa dr Tommy tersebut.
Menurutnya, pendekatan berbasis data membuat setiap keputusan kepelatihan tidak lagi bergantung pada intuisi semata, melainkan didukung parameter ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sports Science yang Bekerja Sebelum Cedera Terjadi
Keunggulan utama teknologi VALD Performance bukan hanya mengukur kemampuan fisik pemain, tetapi juga mendeteksi potensi masalah sebelum berkembang menjadi cedera serius.
Melalui perangkat ForceDecks, tim pelatih dapat mengukur daya ledak otot, tingkat kelelahan neuromuskular, hingga keseimbangan kekuatan kedua tungkai. Ketidakseimbangan di atas ambang tertentu menjadi indikator awal meningkatnya risiko cedera ligamen, termasuk anterior cruciate ligament (ACL).
Perangkat ForceFrame digunakan untuk mengukur kekuatan otot pinggul, paha, hingga bahu penjaga gawang sehingga stabilitas tubuh dapat dipantau secara menyeluruh.
Sementara NordBord secara khusus mengidentifikasi kekuatan hamstring, salah satu kelompok otot yang paling rentan mengalami cedera akibat sprint berkecepatan tinggi.
Di sisi lain, HumanTrak menganalisis kualitas gerakan pemain ketika melompat dan mendarat. Sistem ini mampu mendeteksi kesalahan biomekanik yang sering menjadi penyebab cedera lutut maupun panggul.
Adapun SmartSpeed Timing Gate digunakan untuk mengukur akselerasi, kelincahan, kecepatan perubahan arah, hingga kapasitas aerobik melalui T-Test dan Bronco Test yang mensimulasikan intensitas pertandingan sesungguhnya.
Dengan kombinasi seluruh perangkat tersebut, setiap pemain memiliki profil performa individual yang terus diperbarui sepanjang musim sehingga beban latihan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing atlet.
Persebaya Selangkah Lebih Maju
Implementasi VALD Performance juga menunjukkan bahwa Persebaya bergerak lebih cepat dibanding perkembangan sports science di tingkat nasional. Perangkat tersebut memang baru diperkenalkan secara luas dalam Medical Workshop PSSI tahun ini sebagai bagian dari modernisasi sepak bola Indonesia dan mulai dimanfaatkan di lingkungan tim nasional.
Namun bagi Persebaya, teknologi tersebut bukan lagi sebatas pengenalan. Bersama DBL Indonesia, klub telah lebih dahulu berinvestasi sejak tahun lalu dan mengintegrasikannya ke dalam sistem pembinaan melalui Persebaya Academy maupun program DBL Camp.
Langkah ini menegaskan arah baru Green Force sebagai klub yang tidak hanya mengejar kemenangan dalam satu musim kompetisi, tetapi membangun budaya profesional berbasis riset, data, dan inovasi olahraga.
Di tengah tuntutan sepak bola modern yang semakin kompleks, Persebaya mengirim pesan kuat bahwa masa depan prestasi tidak hanya dibangun melalui kualitas pemain dan pelatih, tetapi juga melalui keberanian berinvestasi pada ilmu pengetahuan. Sports science kini bukan lagi pelengkap, melainkan fondasi yang menghubungkan kesehatan pemain, performa maksimal, dan ambisi besar Green Force untuk kembali berada di puncak sepak bola Indonesia.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi