Rabu, 17 Juni 2026, pukul : 02:35 WIB
Surabaya
--°C

Menatap Satu Abad Green Force, Coach Tavares Bedah Filosofi Rekrutan 5 Penggawa Anyar Persebaya

SURABAYA-KEMPALAN: Persebaya Surabaya bergerak taktis menjelang perayaan satu abad usia klub. Pelatih kepala Bernardo Tavares secara resmi membedah cetak biru taktik di balik perekrutan lima penggawa lokal anyar yang didatangkan untuk memperkuat kedalaman skuad Green Force. Langkah strategis ini diambil manajemen dan tim pelatih guna mendongkrak level kompetisi internal tim di semua lini.

Tavares menegaskan bahwa kelima amunisi baru ini mengusung satu misi tunggal, yakni memicu persaingan sehat demi menciptakan kerangka tim yang tangguh. Pelatih asal Portugal tersebut menggarisbawahi bahwa kualitas latihan dan performa di lapangan akan menjadi parameter tunggal bagi para pemain untuk membuktikan kelayakan mereka mengenakan jersi Persebaya.

Berikut adalah analisis mendalam Coach Tavares mengenai profil dan peran taktis kelima penggawa anyar tersebut:

1. Sektor Penjaga Gawang: Kompetisi Elite Reza Arya dan Ernando

Di bawah mistar gawang, kehadiran Reza Arya Pratama diproyeksikan akan membuat pos penjaga gawang Persebaya menjadi salah satu yang paling kompetitif di tanah air. Tavares memuji Reza sebagai kiper berkualitas tinggi yang sarat pengalaman namun tetap memiliki ruang tumbuh yang masif.

“Reza pernah menjadi bagian dari tim nasional, sama seperti Ernando. Dengan bergabungnya Reza, kami memiliki persaingan yang sehat di posisi kiper. Kompetisi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan,” ujar Tavares.

BACA JUGA  Berbagi Kebaikan : Ekosistem Digital Wakaf dan Layanan Umat

2. Lini Pertahanan: Reuni Strategis Bersama Syahrul Lasinari

Tavares kembali memanggil mantan anak asuhnya, Syahrul Lasinari, untuk memperkuat tembok pertahanan. Fleksibilitas taktis menjadi alasan utama perekrutan sang bek. Meski musim lalu tidak berjalan ideal bagi Syahrul akibat masalah kesehatan, Tavares optimistis sang pemain mampu mengembalikan performa puncaknya di Surabaya.

“Dia memiliki pengalaman yang cukup baik dan mampu bermain di beberapa posisi di lini pertahanan. Kehadirannya memberi tambahan kualitas sekaligus kompetisi di lini belakang,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.

3. Sektor Sayap dan Kreativitas: Kepulangan Jati Diri Dicky Kurniawan

Perekrutan Dicky Kurniawan menjadi langkah emosional sekaligus taktis yang sangat krusial. Sebagai produk asli Akademi Persebaya, Dicky dinilai membawa aspek sosiologis yang kuat ke dalam tim, selain kemampuan teknisnya yang fleksibel di lini serang.

“Penting bagi Persebaya untuk memiliki pemain-pemain asal Surabaya yang memahami identitas, budaya, dan nilai-nilai klub. Menjelang usia 100 tahun Persebaya, kami ingin memiliki pemain yang benar-benar memahami arti lambang yang mereka kenakan,” tutur Tavares penuh penekanan.

4. Lini Serang: Pembuktian Ulang Bakat Lokal Ricky Pratama

BACA JUGA  Bulan Bung Karno, Ribuan Warga Surabaya Gowes Bersama Kampanyekan Hidup Sehat

Satu lagi talenta asli Surabaya yang kembali dipanggil adalah Ricky Pratama. Sempat terkendala menit bermain pada musim lalu, Tavares menantang sang penyerang sayap untuk keluar dari zona nyaman dan membuktikan kapasitasnya di bawah asuhannya kembali.

“Saya pernah bekerja sama dengannya dan mengetahui kualitasnya. Sekarang semuanya kembali kepada Ricky. Dia harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali ke level performa terbaik,” tegasnya.

5. Solusi Taktis Multi-Posisi: Fleksibilitas Yusuf Meilana

Evaluasi mendalam dari badai cedera dan akumulasi kartu musim lalu membuat Tavares mendaratkan Yusuf Meilana. Mantan pemain Persik Kediri dan Bali United ini diplot sebagai solusi universal saat tim mengalami kebuntuan rotasi taktis.

“Kami beberapa kali mengalami kesulitan karena harus melakukan adaptasi pemain di posisi tertentu. Yusuf memiliki pengalaman dan fleksibilitas karena mampu bermain di beberapa posisi. Sekarang dia harus bekerja keras untuk mengembalikan level permainan terbaiknya,” pungkas Tavares.

Melalui restrukturisasi skuad lokal ini, Persebaya Surabaya mengirimkan sinyal instan kepada para pesaingnya di Liga 1: mereka tidak hanya membangun tim untuk menang, tetapi sedang merajut kembali identitas kultural sepak bola Surabaya yang beraura juara.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.