Selasa, 16 Juni 2026, pukul : 22:09 WIB
Surabaya
--°C

Demo Mahasiswa Mengguncang Singgasana Siapa?

Terlalu mudah dibaca demo yang mengklaim dirinya mahasiswa, 15 Juni 2026. Pantas saja tidak semua elemen mahasiswa ikut aksi, Senin, 15 Juni 2026. Publik curiga. Murni mahasiswa atau mahasiswa jadi-jadian.

Oleh: Tarmidzi Yusuf

KEMPALAN: Sepekan terakhir rupiah dan IHSG bergerak positif. Rupiah menguat. Di bawah Rp 18.000. Sebelumnya sempat di atas Rp 18.000. IHSG juga memberi sinyal positif. Sempat menyentuh level terendah di kisaran 5.342. Sekarang IHSG berada diposisi 6.309.

Demonstrasi mahasiswa sejak Jum’at, 12 Juni 2026 dan Senin, 15 Juni 2026 belum mampu mengguncang rupiah dan IHSG lebih dalam. Lebih ke sentimen global. AS dan Iran berdamai. Selain kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga.

Apakah rupiah dan IHSG akan terus menguat? Wallahua’lam. Pertanda pasar masih percaya pada rezim Prabowo Subianto, bisa ya bisa juga tidak. Yang pasti belum aman. Rupiah dan IHSG masih rentan. Rupiah dan IHSG menguat karena sentimen sesaat.

BACA JUGA  Restorasi Karakter: Jalan Tengah Menyelamatkan Peradaban Indonesia

Ada kecenderungan aksi mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat akan terus berlanjut. Meluas dan membesar. Ini tantangan terbesar bagi Presiden Prabowo selain isu gonjang-ganjing ekonomi.

Bila ekonomi sesuai prediksi ekonom, rupiah dan IHSG anjlok, cadangan devisa menipis. Sementara rezim Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka tidak mendapat utangan baru karena kas negara makin menipis. Ada kemungkinan situasi ke depan tambah memburuk.

Kecuali Prabowo berani mengambil keputusan tidak populer bagi dirinya. Stop MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Bilapun tidak distop total, anggaran kedua program tersebut dipangkas. Sinyal ke arah itu ada pasca Dadan Hindayana dan kawan-kawan ditangkap.

Bila dalam beberapa hari ke depan, Rupiah dan IHSG yang sempat menguat kembali melampaui angka psikologis Rp 18.000 dan IHSG di bawah 6.000. Sementara aksi demonstrasi besar-besaran pada akhir Juni ini yang bisa saja diskenariokan chaos agar mudah dikendalikan.

BACA JUGA  Menelusuri Celah Hukum dan Pola Manipulasi Dana Operasional SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis (Bag-1)

Tidak mudah bagi mahasiswa untuk menggoyang rezim Prabowo. Apalagi massa buruh sebagian sudah dirangkul Prabowo. Mengandalkan massa mahasiswa dan kelompok kritis. Kecuali ekonomi memburuk seperti prediksi ekonom.

Yang jelas ada kekuatan politik dan orang berduit ikut menggoyang rezim ini. Mereka ingin kekuasaan berganti. Hanya saja mereka belum berani tampil secara terbuka. Setidaknya mudah kita baca.

Misalnya tiba-tiba ada sekelompok demonstran menemui Gibran di Istana Wapres di Medan Merdeka Selatan.

Terlalu mudah dibaca demo yang mengklaim dirinya mahasiswa, 15 Juni 2026. Pantas saja tidak semua elemen mahasiswa ikut aksi, Senin, 15 Juni 2026. Publik curiga. Murni mahasiswa atau mahasiswa jadi-jadian.

Kalaupun mahasiswa ada yang mendompleng populer. Gimmick. Seperti kata peribahasa, “lempar batu sembunyi tangan” melalui tangan-tangan mahasiswa tertentu yang bisa dikondisikan?

Wallahu’alam bish-shawab.

*) Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.