Selasa, 16 Juni 2026, pukul : 21:17 WIB
Surabaya
--°C

Tragis!, Kericuhan Pecah di Jalan Sehat Tahun Baru Islam Pemprov Jatim, Kotak Undian Ditumpahkan Massa


SURABAYA -KEMPALAN: Gelaran Jalan Sehat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Selasa (16/6/2026), berakhir ricuh. Agenda syiar yang semula berlangsung khidmat dan meriah tersebut seketika berubah menjadi kekacauan akibat aksi protes ratusan peserta yang kecewa terhadap manajemen panitia.

Acara ini sejatinya diikuti oleh sekitar 6.500an peserta yang terdiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, sekolah-sekolah penyangga Surabaya, Yayasan Ma’arif, berbagai komunitas, serta masyarakat umum. Bendera start dilepas langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Arumi Bachsin. Namun, suasana kondusif tersebut hanya bertahan hingga peserta mencapai titik pembagian kupon berhadiah.

Kronologi Minimnya Petugas dan Blokade Jalur

Ketegangan mulai terbangun ketika ribuan peserta memasuki area pembagian kupon yang telah disekat menggunakan barikade (barrier). Berdasarkan pantauan kempalan di lapangan, panitia sejatinya telah menyiapkan 4 hingga 5 jalur barikade untuk menertibkan massa. Sayangnya, jumlah petugas pembagi kupon sangat minim, yakni hanya berkisar 5 hingga 7 orang.

Ironisnya, para petugas ini tidak berdiri menyebar di tiap-tiap jalur barikade, melainkan hanya menumpuk di tepi kiri jalan. Akibatnya, ribuan peserta yang berada di sisi tengah dan kanan barikade tidak mendapatkan kupon. Merasa terabaikan, massa dari jalur kanan langsung merangsek maju dan mengepung petugas di sisi kiri.

BACA JUGA  Pansus Minta Anggaran Khusus untuk Penanganan Banjir di Surabaya

Kalah jumlah dan kewalahan menghadapi desakan massa, panitia akhirnya mengumumkan bahwa persediaan kupon telah habis. Keputusan sepihak ini memicu gelombang protes dan kekecewaan mendalam dari peserta yang mengular di sepanjang rute menuju garis finish.

Panggung Utama Dikepung, Kotak Undian Ditumpahkan

Kekecewaan massa semakin memuncak saat memasuki area utama di kompleks masjid. Peserta tanpa kupon sempat tertahan dan tidak bisa mengambil paket konsumsi berupa kue dan air mineral, meski akhirnya panitia membuka akses barikade samping masjid untuk membagikan konsumsi tersebut secara darurat.

Situasi benar-benar tidak terkendali ketika panitia mengumumkan melalui pelantang suara bahwa sisa kupon akan dibagikan di area kanan dan kiri panggung utama menjelang pengundian doorprize. Proses pembagian susulan yang kembali dinilai tidak profesional memicu kemarahan kolektif.

Massa yang telanjur kecewa saling dorong hingga situasi tidak kondusif.Dalam situasi yang beralih menjadi chaos tersebut, massa menumpahkan kotak undian raksasa yang berisi  ribu potongan karcis milik peserta lain. Akibat rusaknya seluruh surat undian dan kondisi panggung yang tidak lagi kondusif, panitia terpaksa membatalkan agenda pengundian hadiah.

Kritik Tajam dari Peserta

Gagalnya manajemen acara ini menuai kritik tajam dari masyarakat yang hadir. Mereka menilai Pemprov Jatim tidak matang dalam melakukan mitigasi risiko dan memilih mitra pelaksana (Event Organizer).

“Kami kecewa berat atas ketidakbecusan panitia. Pemprov Jatim harus lebih selektif dalam menunjuk EO. Ini kan momentum sakral bagi umat Islam dalam menyambut Tahun Baru 1448 Hijriah, jangan dinodai oleh ego pencitraan atau kelalaian teknis seperti ini,” ujar AM Farouq salah satu peserta asal Sidoarjo dengan nada kecewa.

BACA JUGA  Memahami Ketetapan Allah dan Tanggung Jawab Manusia

Senada dengan Farouq, Samidi, warga asal Surabaya, juga menyesalkan tiadanya antisipasi dari pihak penyelenggara terkait lonjakan massa.

“Panitia sangat tidak profesional. Kasihan masyarakat yang sudah datang jauh-jauh dengan niat baik untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam. Harusnya panitia sudah mengantisipasi ledakan massa ini sejak awal, terutama menempatkan personel yang cukup di titik-titik krusial pembagian kupon,” tegas Abah Samidi.

Permohonan Maaf Penyelenggara

Melihat situasi yang tidak kondusif, perwakilan panitia akhirnya naik ke podium untuk menenangkan massa sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Panitia mengakui adanya kelemahan teknis dalam manajemen kepesertaan dan distribusi logistik.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan peserta atas ketidaknyamanan serta tidak digelarnya pengundian hari ini karena situasi yang tidak memungkinkan. Ini menjadi evaluasi total bagi kami, dan insyaallah ke depan Pemprov Jatim akan menghadirkan kegiatan lain yang dikemas lebih baik untuk masyarakat,” ujar perwakilan panitia di atas panggung.

Massa perlahan mulai membubarkan diri dari kawasan Masjid Al-Akbar secara tertib, menyisakan kertas kupon dan sampah yang berserakan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.