Selasa, 16 Juni 2026, pukul : 20:52 WIB
Surabaya
--°C

Forum Aktivis NU Keluarkan ‘Maklumat Cheng Hoo’, Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

SURABAYA-KEMPALAN: Pada 15 Juni 2026 — Forum Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengeluarkan sebuah seruan moral bertajuk “Maklumat Cheng Hoo” yang menegaskan pentingnya mengembalikan ulama sebagai penunjuk arah utama perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan Muktamar NU.

Maklumat itu lahir dari Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengembalikan Fungsi Ulama sebagai Navigator NU ke Depan” yang digelar di Masjid Cheng Hoo Surabaya dan dihadiri para aktivis NU, akademisi, advokat, pengasuh pesantren, serta tokoh Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Forum berlangsung di tengah menguatnya perhatian warga NU terhadap arah organisasi menjelang Muktamar NU Agustus mendatang.

Para peserta menilai bahwa NU saat ini menghadapi tantangan besar berupa perubahan sosial-politik yang menuntut penguatan kembali jati diri organisasi sebagai jam’iyah yang berlandaskan otoritas keilmuan ulama.

Dalam forum tersebut, mantan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa Islam merupakan agama peradaban yang mengemban misi kemanusiaan universal.

Karena itu, peran ulama tidak boleh dibatasi hanya pada urusan ritual keagamaan, tetapi juga harus menjadi penggerak lahirnya masyarakat yang maju, berkeadilan, dan bermartabat.

BACA JUGA  Sherly Tjoanda Mengeluh Gaji P3K, Muslim Arbi: Tapi Dana Rp 327 Miliar Nganggur di Rekening

Sementara itu, akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Muhibbin Zuhri menekankan, kekuatan NU sejak awal itu bukan terletak pada figur perorangan, melainkan pada sistem keulamaan yang diwujudkan melalui mekanisme Syuriyah yang bersifat kolektif dan kolegial.

Menurutnya, di tengah semakin kompleksnya dinamika organisasi dan politik, NU perlu memperkuat kembali sistem keulamaan agar tetap mampu menjaga arah perjuangan organisasi sesuai cita-cita para pendirinya.

Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghasilkan sejumlah catatan penting.

Salah satunya adalah perlunya memperkuat implementasi Khittah 1926 sebagai fondasi gerak organisasi serta untuk menjaga independensi NU dari berbagai kepentingan politik praktis yang berpotensi menggeser orientasi perjuangan jam’iyah.

Melalui “Maklumat Cheng Hoo”, peserta forum menegaskan bahwa ulama tidak boleh direduksi hanya sebagai simbol organisasi atau pemberi legitimasi terhadap keputusan yang telah ditentukan pihak lain.

Ulama harus kembali ditempatkan sebagai pusat orientasi moral, intelektual, dan strategis dalam pengambilan keputusan organisasi.

Forum juga mengingatkan supaya Muktamar NU tidak sekadar menjadi arena kompetisi kekuasaan, melainkan menjadi ruang musyawarah untuk merumuskan arah masa depan umat, bangsa, dan peradaban.

BACA JUGA  Timnas Voli Putri Indonesia Gagal ke Semifinal Meski Hancurkan Lebanon 3-0

Maklumat tersebut menegaskan bahwa kebesaran NU tidak ditentukan oleh kedekatannya dengan kekuasaan, melainkan oleh tingkat kepercayaan umat terhadap integritas, kemandirian, dan keteladanan organisasi.

Koordinator Forum Aktivis NU Jawa Timur, Sudarsono Rahman, menyampaikan bahwa Maklumat Cheng Hoo akan disosialisasikan kepada berbagai elemen Nahdlatul Ulama sebagai bahan refleksi bersama menjelang Muktamar.

“Harapan kami sederhana, yaitu agar Muktamar menjadi momentum (untuk) mengembalikan NU kepada jati dirinya sebagai organisasi ulama yang menjaga agama, merawat bangsa, dan membimbing peradaban. Ketika ulama kembali menjadi penunjuk arah organisasi, maka NU akan tetap menjadi kekuatan moral yang dipercaya umat dan dibutuhkan bangsa,” ujarnya.

Maklumat Cheng Hoo menjadi penanda bahwa menjelang Muktamar, sebagian kalangan Nahdliyin menginginkan penguatan kembali peran ulama sebagai suatu navigator organisasi, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran kebangsaan NU dan independensi jam’iyah sebagaimana diwariskan para muassis Nahdlatul Ulama. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.