Hasil interogasi polisi, Dhio mengakui, itu akibat ia memberi arsenik di es dawet keluarga. Yang minum Abbas, Heri, Dhea.
Senin, 28 November 2022 atau lima hari kemudian, tiga orang yang keracunan pada Rabu, keracunan lagi. Tewas. Hasil otopsi, tenggorokan sampai lambung para korban terbakar, akibat arsenik. Dhio mengaku, ia membeli arsenik via online.
Saat tiga jenazah korban hendak diotopsi, polisi minta persetujuan Dhio. Karena, pemilik wewenang izin keluarga tinggal Dhio. Maka, Dhio menolak otopsi. Tapi, karena pemilik wewenang adalah tersangka pidana terkait otopsi, maka penolakan Dhio tidak berlaku.
BACA JUGA: Ucapan Terima Kasih yang Kecut
Dari situ bisa dinilai, Dhio paham posisi hukumnya di perkara ini.
Kalau motif pembunuhan berdasar pengakuan tersangka terbantahkan oleh keterangan Sukoco, lantas apa motif Dhio membunuh? Masih disidik polisi.
Prof Kent A. Kiehl dalam bukunya bertajuk “The Psychopath Whisperer: The Science of Those without Conscience” (Broadway, 2014) menyebutkan, banyak faktor penyebab pria remaja atau dewasa muda jadi pembunuh. Setidaknya ada tiga, berurutan:

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi