Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 22:08 WIB
Surabaya
--°C

Kualitas Figur Anies: Mengapa Anies Tidak Pernah Membalas Ejekan?

YOGYAKARTA-KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera purna tugas. Tepatnya pada 16 Oktober 2022. Lima tahun memimpin ibu kota, Anies menorehkan prestasi dan keberhasilan. Banyak yang bangga pada kepemimpinannya, termasuk rekan-rekannya saat berkuliah di UGM Yogyakarta.

Salah satunya Saefulloh, teman akrab Anies Baswedan yang saat kuliah sama-sama aktif di Senat Universitas. “Dia sosok pemimpin. Prestasi dan keberhasilan selalu melekat pada dirinya,” ungkapnya kepada KBA News di Yogyakarta, Kamis 13 Oktober 2022.

Sebagai seorang teman, Saefulloh mengaku bangga dengan keberhasilan cucu Pahlawan Nasional AR Baswedan. Baginya, Anies punya pendirian teguh dalam memimpin. Kebijakan yang dikeluarkan berdasarkan pertimbangan yang cermat, seperti halnya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pria yang kini berdomisili di Bekasi ini, mengungkapkan, beberapa kali kebijakan yang dikeluarkan kerap dicemooh orang. Tidak jarang pula di-bully, dianggap mustahil, dan pasti gagal.

“Sumur resapan, DP rumah nol persen, dan lainnya. Itu kebijakan yang awalnya dihujat. Tapi faktanya berhasil dan sukses kan,” ungkapnya.

Saefulloh mengetahui betul sosok temannya ini dalam mengeluarkan kebijakan tidak asal-asalan, tidak hanya berdasarkan asumsi dan perkiraan.

Anies mengeluarkan kebijakan berdasarkan kajian akademik, ilmiah, dan berbasiskan statistik. “Itulah mengapa dia punya pendirian yang teguh. Begitulah sosok pemimpin yang visioner. Apa yang dikerjakan berwawasan jauh ke depan,” jelasnya.

Pria asli Desa Danasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini mengungkapkan, Anies tidak pernah membalas saat apa yang dikerjakan dicemooh atau di-bully orang. Begitu juga dengan kebijakan yang dikeluarkannya.

“Dia tidak pernah membalas bully-an, sama seperti saat kuliah. Setahu saya, Anies tidak pernah marah,” katanya.

Suatu ketika, Saefulloh melontarkan pertanyaan kepada Anies perihal bully yang kerap dialamatkan kepadanya. “Kenapa kamu hanya diam saat diejek orang,” tanyanya saat itu.

“Saat ada orang mengejek, sama halnya orang itu sedang merendahkan dirinya sendiri. Jika kita membalasnya, berarti kita juga tidak lebih baik dari orang itu,” kata Saefulloh menirukan jawaban Anies.

Jawaban itu semakin menguatkan dirinya bahwa Anies sosok pemimpin yang teguh pendiriannya. “Seorang pemimpin yang hebat, memang harus seperti itu ya. Kualitas tersebut ada pada diri Anies,” ungkap pria yang mengelola sekolah disabilitas dan sekolah Islam di Jakarta. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.