Rumah dihuni: Abas, Heri Riyani, Dhea Chairunisa (25) dan Dhio. Tiga nama itu diduga dibunuh Dhio. Sedangkan, pembantu rumah tangga, Sartinah (45) tinggal tak jauh dari rumah itu.
Dhea Chairunisa lulusan Universitas Muhammadiyah Magelang, jurusan Teknik Komputer, 2015-2018. Pernah bekerja sebagai teller bank selama tiga tahun.
Kondisi itu menandakan, keluarga Abbas tidak kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti dikatakan Dhio kepada penyidik polisi.
BACA JUGA: Cara Gibran Tanggapi Beking Tambang, Ngeri…
Dhio sejak kecil rajin mengaji. Guru ngajinya, Ahmad Anwari, kepada wartawan di Magelang, Selasa (29/11) menceritakan, ia tidak menyangka Dhio membunuh kedua orang tua dan kakak perempuannya. “Saya kaget,” ujarnya.
Anwari: “Dari ia kecil, saya mengajarinya mengaji. Anaknya itu sebenarnya apik. Orangtuanya juga apik. Tapi, sejak tamat SMA, lalu kecelakaan, ia tidak pernah ke masjid. Malah tidak pernah kelihatan salat Jumat.”
Soal penyebab perubahan perilaku Dhio itu, Anwari mengaku tidak tahu.
Dhio tergolong sadis. Ia meracuni keluarganya dua kali. Hasil pemeriksaan polisi, kejadian pada Rabu, 23 November 2022, sekeluarga Dhio, kecuali Dhio, keracunan setelah minum es dawet. Abbas, Heri, Dhea, sampai berobat ke dokter. Sembuh.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi