1) Penghinaan dan frustrasi di masa kecil dalam perspektif pelaku. Artinya, pelaku merasa terhina sehingga frustrasi. Rasa hina dan frustrasi itu mengendap bertahun-tahun sampai ia remaja kemudian dewasa.
Itu dialami pembunuh berantai terkenal di Amerika Serikat, seperti Ted Bundy, Edmund Kemper, Jeffrey Dahmer, masa kecilnya diabaikan ortu.
2) Anak yang merasa tidak aman (terhina, frustrasi) mengagumi kekuatan pada orang lain. Bisa teman, publik figur, tokoh film, atau siapa pun, tapi bukan orang tuanya. Ia justru menghindari ortu.
Anak jenis ini akan mengidolakan orang dengan perangai kasar, pemberang, pemberontok. Hal ini sebagai kompensasi jiwanya yang terhina.
BACA JUGA: Pasal Selingkuh di RKUHP Bikin Galau
3) Idola pemberang, pemberontak, kasar, itu bagi si anak menjadi citra “tangguh” atau “keren”. Maka ditiru.
Di situlah ia dapat jalan keluar mengatasi rasa frustrasi. Di situlah ia merasa pegang kendali. Balas dendam, dari perasaan terhina dan frustrasi di masa lalu, jadi berkuasa mengendalikan nyawa orang.
Prof Kiehl adalah Neuropsikolog, guru besar neuropsikologi di Departemen Psikologi, University of New Mexico, Albuquerque, New Meksiko, Amerika Serikat.
Di kampus itu Kiehl menggunakan teknik pencitraan otak untuk menyelidiki penyakit mental, khususnya, psikopati kriminal. Juga gangguan psikotik (skizofrenia, bipolar, gangguan afektif, cedera otak, penyalahgunaan zat dan paraphilias).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi