Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 16:03 WIB
Surabaya
--°C

Delapan Miliar

Pemerintah China pusing tujuh keliling memikirkan bagaimana caranya memberi makan sebegitu banyak mulut tiap hari. Itulah yang dipikirkan oleh para pemimpin China sejak dulu. Ketika Mao Zedong menjadi penguasa dan berhasil membangun rezim komunis pada 1949, penduduk dia harus memikirkan cara memberi makan 800 juta mulut.

Sistem ekonomi sosialis yang tertutup tidak mungkin bisa memecahkan persoalan perut orang China ini. Karena itu China harus membuka diri dan membuka hubungan dengan dunia internasional. Maka ketika Deng Xiao Ping berkuasa pada 1980-an ia mulai membuka ekonomi China untuk pasar internasional. Hanya dengan cara itu China bisa memberi makan penduduknya.

Penduduk dunia di manapun sekarang ini cenderung makan terlalu banyak dan mengonsumsi segala hal dengan serakah. Manusia lebih banyak mengonsumsi sumber daya alam, seperti hutan dan tanah, daripada sumber daya yang dapat diregenerasikan kembali oleh planet ini setiap tahun.

BACA JUGA  Lompati Batas Negara: Labschool UNESA Resmi "Kawinkan" Kurikilum dengan Taiwan Cetak 'Global Citizens'

BACA JUGA: Jokowi dan Myanmar

Konsumsi bahan bakar fosil yang berlebihan juga telah menyebabkan lebih banyak emisi karbon dioksida di atmosfer, dan bertanggung jawab atas pemanasan global. Panas bumi yang terus meningkat akan menyebabkan semakin banyaknya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan. Hal ini menimbulkan ancaman krisis pangan karena tanah yang bisa ditanami semakin sempit.

Jumlah penduduk yang terus membengkak menyebabkan urbanisasi semakin tinggi. Semakin banyak tanah yang dipakai untuk pemukiman dan semakin sedikit yang dipakai untuk pertanian. Jika hal ini terus meningkat maka pada suatu titik manusia tidak akan bisa lagi memberi makan dirinya sendiri.

Salah satu pertanyaan pelik yang muncul ketika membahas persoalan kependudukan adalah tentang pengendalian angka kelahiran. Banyak yang berpendapat bahwa jumlah kelahiran bayi harus dibatasi. Di negara-negara maju jumlah kelahiran sudah sangat rendah. Tetapi, di negara-negara miskin, terutama di Afrika, tingkat kelahiran semakin tinggi.

BACA JUGA  Pilkades Serentak 2026: Satu RT Dua ‘Kemanten’.Strategi Politik Doni Suhendro Raih Simpati Warga di Bligo Sidoarjo
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.