Anak-anak muda Jepang enggan menikah dalam usia dini. Kalau kemudian menikah mereka memutuskan menjadi DINK. Biaya hidup yang mahal menjadi salah satu alasan. Ancaman resesi ekonomi mungkin bisa diatasi dengan relatif mudah oleh pemerintah Jepang. Tetapi ancaman resesi seks ini bisa membuat pemerintah pusing tujuh keliling.
Hal yang sama sudah menjadi fenomena lama di Eropa dan Amerika. Negara lain di Asia yang sekarang dilanda resesi seks adalah Singapura dan Korea. Sama dengan Jepang, dua negara itu pertumbuhan ekonominya paling stabil di Asia. Tetapi, biaya hidup semakin mahal dan karenanya anak-anak muda enggan menikah dan tidak mau punya anak.
BACA JUGA: Jihad dan Tawuran
China dulu terkenal dengan kampanye satu keluarga satu anak, karena jumlah penduduknya yang meledak sampai 1,4 miliar jiwa. Negara otoriter seperti China sangat mudah menjalankan program keluarga berencana semacam itu karena kontrol pemerintah yang mutlak dan ketat. Tapi, belakangan kampanye itu dikendorkan dan warga China didorong untuk mempunyai anak yang lebih banyak. Pemerintah China sudah mencabut kebijakan satu anak dan memperbolehkan sebuah keluarga punya 3 anak. Tetapi, kebijakan ini tidak menarik bagi pasangan-pasangan muda.
Ledakan jumlah penduduk akan banyak terjadi di negara-negara sub-Sahara Afrika yang sekarang miskin. Meskipun saat ini bumi bisa menghasilkan pasokan makanan yang cukup untuk delapan miliar orang, tetapi harus dicatat bahwa masih ada 800 juta orang yang mengalami kekurangan gizi secara kronis. Jumlah itu terkonsentrasi di wilayah-wilayah miskin Afrika. Di wilayah itulah ledakan jumlah penduduk di masa depan akan terjadi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi