Dalam beberapa dekade ke depan Afrika dan Asia akan mempunyai jumlah penduduk paling padat. Jumlah penduduk terbesar akan diambil alih oleh India dari China. Pasangan di China semakin enggan memiliki anak lebih satu. Anak muda China bahkan ogah menikah maupun memiliki anak. Alasannya, karena biaya pengasuhan anak yang tinggi.
Penderitaan selama pandemi Covid-19 dan aturan ketat juga berdampak besar pada keinginan banyak penduduk China untuk memiliki anak. Populasi China bakal mulai menyusut mulai tahun depan. Di saat yang bersamaan, India berkemungkinan besar akan menjadi negara dengan populasi terbanyak di dunia.
BACA JUGA: Republik Burung Hantu
Di negara-negara maju banyak pasangan yang menikah dan sama-sama bekerja tapi memutuskan untuk tidak mempunyai anak. Pasangan ini dikenal sebagai DINK, double income no kids, penghasilan ganda tapi tidak punya anak. Model ini menjadi tren di Eropa dan Amerika. Di negara-negara maju Asia seperti Jepang, Korea, dan Singapura hal yang sama juga menjadi tren.
Beberapa tahun terakhir muncul tren baru yang disebut sebagai ‘’sex recession’’ atau resesi seks. Sebagaimana resesi ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan minus, resesi seks juga ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang minus. Jepang menjadi salah satu negara yang menderita resesi seks, dan hal itu membawa pengaruh serius terhadap perekenomian negara.
Jumlah orang tua menjadi lebih besar ketimbang angkatan kerja yang produktif. Akibatnya produktifitas nasional menurun karena satu angkatan kerja produktif harus menanggung sedikitnya dua orang pensiunan yang sudah tidak produktif. Itulah yang menyebabkan Jepang sekarang menjadi salah satu negara dengan defisit anggaran yang besar.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi