Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 15:31 WIB
Surabaya
--°C

Bunuh Subang Buntu, Dukun Bicara

KEMPALAN: Pembunuhan Tuti (55) dan puterinya, Amel (23) di Subang, Jabar, 18 Agustus 2021, belum terungkap. Akibatnya, bukan hanya media massa dan medsos berspekulasi. Dukun pun menganalisis, partisipasi di era demokratisasi ini.

***

DUKUN, tentu menggunakan akun YouTube menyebar analisis. Gampang dan cepat menyebar.

Terbaru, publikasi Rabu, 4 Mei 2022. Akun YouTube “Misteri Mbak Suci”, diberi judul “Petunjuk Kuat buat Pihak Penyidik di Tanggal 17 Agustus Malam, Siapa Pelaku Sebenarnya, Semoga”

Ulasannya panjang. Tapi intinya ada dua:

1) Jika Tuti jadi korban awal, siapa orang yang bisa menenangkan korban Amalia alias Amel saat melihat mamanya dibunuh?

Apakah Amel dibawa keluar rumah oleh pelaku, setelah menghabisi nyawa Tuti?

2) Jika Amel jadi korban awal, dimana eksekusinya? Apakah Tuti jadi korban berikutnya karena mengetahui kejadiannya?

Jadi apapun yang terjadi pada diri mereka, satu sama lain akan saling mengetahui.

Analisis nomor dua, terpatahkan oleh hasil otopsi jenazah. Keterangan pers Kapolres Subang, AKBP Sumarni, 19 Agustus 2021 mengatakan:

“Berdasarkan hasil autopsi jenazah, korban Amelia meninggal antara pukul 04.00 sampai pukul 05.00 WIB (Rabu, 18 Agustus 2021). Sedangkan, ibunya diperkirakan 5 jam sebelumnya.”

Atau, Tuti meninggal antara pukul 23.00 WIB, Selasa, 17 Agustus 2021, sampai pukul 00.00 WIB, Rabu, 18 Agustus 2021.

Lebih baru lagi, YouTube publikasi Kamis, 5 Mei 2022. Di kanal milik Bang Cecep, yang tegas mengaku sebagai paranormal. Judulnya lebih galak, tapi rumit: “Ciri-ciri Pelaku dan Pembantu dalam Kasus Subang menurut Perspektif Entitas Amel”.

Yang dimaksud “Entitas Amel” inilah yang sulit dipahami. Absurd. Tapi maksudnya kira-kira, makhluk gaib yang berperan sebagai Amel.

Intinya, Bang Cecep bermimpi bertemu dengan almarhumah Amel. Di situlah Amel bicara kepada Bang Cecep, merinci ciri-ciri pembunuh dia dan Tuti. Lalu, Cecep di YouTube mengungkap ciri-ciri pembunuh Amel. Tiga pria dibantu empat pria. Begini:

Semua pembunuh Amel adalah pria lajang. Pria pertama bermata sipit, tinggi kurus, pakai jaket hitam gelap. Ia menghantam wajah Amel dengan benda seperti dongkrak warna hitam.

BACA JUGA: Tabrak Ibu Tewas di Mojokerto dalam Kajian Psikologi

Pria kedua matanya agak belo. Sedikit lebih tinggi dari Amel, tegap, memakai jaket parasut. Pria ini membabi buta eksekusi Amel. Dengan pukulan tangan kosong.

Pria ketiga, tubuh agak gempal. Bau miras dan bawa clurit pendek yang sudah berlumuran darah. Pakai jaket hitam dan bawa cobek. Dengan cobek itulah ia menghantam kepala Amel dari belakang.

Cecep: “Setelah merinci para pelaku, Amel menghilang. Itu beberapa hari lalu. Amel sampai detik ini belum masuk lagi dalam mimpi saya.”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.