Rabu, 24 Juni 2026, pukul : 02:20 WIB
Surabaya
--°C

Bunuh Subang Buntu, Dukun Bicara

Dilanjut: “Tapi ketika saya coba berbicara kepada Amel melalui semacam ritual, dia selalu menutupinya. Sepertinya ada aib.”

Info penting: “Amel sempat menggigit tangan pria yang tubuhnya agak gempal. Lalu, Amel lari ke belakang dan berteriak minta pertolongan. Kepala Amel dikepruk cobek.”

Tayangan Dukun Cecep untuk pria nomor tiga, tidak logis. Pria gempal itu membawa clurit berlumuran darah (baru saja membelah orang). Tapi, ia membunuh Amel dengan mengepruk cobek.

Berarti, ia membawa clurit di tangan kiri, cobek di tangan kanan (jika ia bukan kidal). Terlalu rumit membunuh dengan gaya begitu.

Tapi, sudahlah… Namanya juga perkiraan paranormal. Di era demokrasi ini orang bebas bicara.

BACA JUGA  Tragedi Dialog UGM, Ketika Dua Bahasa Bangsa Tidak Lagi Saling Mengerti (Bag-2)

Tayangan YouTube paranormal itu tidak melanggar hukum. Bukan termasuk ujaran kebencian. Juga bukan hoaks. Karena, bagaimana cara membukti bahwa ia benar bermimpi begitu, atau tidak?

BACA JUGA: Korupsi Bogor dalam Teori Profesor dari Harvard

Tuti dan Amel ditemukan tewas bersimbah darah di mobil keluarga mereka, Toyota Alphard, di garasi rumah mereka. Di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Tuti adalah isteri pertama Yosef (pekerjaan kontraktor). Amel adalah anak kandung Yosef dan Tuti. Yosef sudah menikah lagi dengan Mimin, walaupun Tuti tidak diceraikan.

Pemakaman Tuti dan Amel, 19 Agustus 2021. (Foto: Istimewa)

Ketika Yosef diperiksa polisi selaku saksi, ia langsung menggunakan jasa pengacara untuk mendampingi. Logikanya, Yosef jadi sorotan, karena posisinya menduakan cinta.

BACA JUGA  M.H. Thamrin: Di Atas Mimbar Volksraad di Bawah Langit Kemerdekaan

Kasus ini semula dilihat gampang oleh polisi. Sehari setelah kejadian, yakni 19 Agustus 2021, Kapolres Subang, AKBP Sumarni sudah menyimpulkan, pelaku adalah orang dekat korban.

AKBP Sumarni kepada pers, 19 Agustus 2021: “Diketahui dari hasil olah TKP serta keterangan dari saksi-saksi, diduga pelaku mengenal dengan korban dan sudah mengetahui situasi dari dalam rumah korban.”

Indikatornya: Tidak terjadi pencurian atau perampokan. Tidak ada barang berharga yang hilang. Juga, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada pintu rumah korban, sebagai TKP.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.