Senin, 22 Juni 2026, pukul : 01:21 WIB
Surabaya
--°C

Dari Mana Asal Mula NPD?

KEMPALAN : NPD (Narcissistic Personality Disorder) itu nggak muncul tiba-tiba saat seseorang dewasa. Jejaknya sering kali bisa ditarik mundur sampai ke meja makan rumah—tempat di mana karakter pertama kali dibentuk.

Hal di atas disampaikan oleh akun ‘Velzo’ di TikTok, terutama melalui captionnya.

Banyak orangtua yang berniat memberikan “yang terbaik”, tapi tanpa sadar malah sedang merakit bom waktu. Yaitu saat memuja anak secara buta tanpa batasan, atau justru memberikan kasih sayang yang penuh syarat (hanya saat mereka berprestasi).

Di situ sedang diajarkan satu hal: Bahwa nilai mereka hanya ada pada validasi orang lain, bukan pada kualitas manusia mereka. Akibatnya? Mereka tumbuh menjadi sosok yang haus pengakuan, minim empati, dan merasa berhak atas segalanya.

Meja makan yang seharusnya jadi tempat koneksi hati, malah berubah jadi laboratorium ego.

BACA JUGA  Polsek Krembung Apresiasi Sekolah Turut Dukung Ketahanan Pangan Melalui Tanaman Jagung

Lebin lanjut dipaparkan ‘Velzo’, sudah saatnya kondisi itu disadarkan: Menjadi orangtua bukan tentang mencetak “pemenang” di atas penderitaan orang lain, tapi tentang memanusiakan manusia.

Pertanyaan untuk kita semua, sebagaimana ditulis ‘Velzo’ :
Menurutmu, apa batas tipis antara “mendukung rasa percaya diri anak” dengan “memupuk narsisme”?

Diskusikan di kolom komentar ya! Jangan biarkan meja makan kita jadi dapur NPD berikutnya — begitu pesan ‘Venzo’.

Dari tagar yang tercatat di bagian bawah caption, bisa dicatat beberapa hal, antara lain :

  • Diskusikan pentingnya mendidik anak dengan penuh kasih tanpa membentuk narsisme.
  • Hindari pola asuh anak berprestasi tapi sakit.
  • Jauhi narsisme pada anak. Pupuklah rasa percaya diri anak yang sehat, dalam perspektif mental health Indonesia.
  • Jadilah orangtua yang manusiawi.
BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

*

Ada beberapa komentar di kolom VT ini, di antaranya :

Akun ‘@KaylaAdya’ menulis :
“Dari meja makan jadi arena ghibah dan adu gengsi. Bener banget, di suatu keluarga yang kutemui, setiap kumpul keluarga selalu yang dibahas keburukan orang lain. Jika menemukan sedikit kebaikan, maka ditambahkan keburukan yang entah dibuat-buat atau memang celah yang mereka temukan.”

Dijawab oleh ‘Velzo’ :
“Setuju. Kalau terbiasa cari celah orang lain sejak kecil, empati anak jadi susah tumbuh.”

Lantas akun ‘@Yoselin ADS’ menulis:
“Pola asuh, semua bermula dari keluarga.”

“Setuju banget. Karakter emang paling awal kebentuk dari apa yang kita lihat di rumah.
Bener kak, lingkungan rumah itu ‘sekolah’ pertama buat mental kita,” ‘Velzo’ menanggapi.(AM).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.