Kick Off Meeting SUMP Gerbangkertosusila Plus, Khofifah Optimistis Konektivitas Akan Ungkit Perekonomian

waktu baca 5 menit
Gubernur Khofifah saat menandatangani kesepakatan bersama program SUMP, Selasa (15/11).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupa mewujudkan konektivitas di kawasan Gerbangkertosusila Plus (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan-Jombang-Bojonegoro-Tuban).

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama bupati/wali kota Gerbangkertasusila plus dengan pemerintah  Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dalam program Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP), di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/11).

Kerjasama tersebut juga ditandatangani bersama delapan kepala daerah yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus. Kedelapan kawasan tersebut yakni Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Mojokerto, Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan, Kab. Jombang, Kab. Bojonegoro, dan Kab. Tuban.

Secara khusus Gubernur Khofifah menegaskan, Kick Off Meeting SUMP ini membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh para bupati/walikota yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus. Dia optimistis Kick Off ini akan menjadi komitmen bersama untuk mendukung pembangunan di kawasan metropolitan plus, sekaligus menjadi pengungkit perekonomian di Jatim.

“Kick Off ini akan menjadi komitmen untuk menggerakan roda pembangunan, mobilitas barang dan jasa ,  meningkatkan sektor investasi dan juga sektor ekonomi di Jatim. Saya yakin setelah Kick Off SUMP ini seluruh tim akan memberikan support kerjasama terbaik,” terangnya.

Selanjutnya, ia juga berpesan agar proses pelaksanaan SUMP  dilakukan dengan perencanaan yang matang. Hal-hal teknis juga harus dipersiapkan serta dikoordinasikan dengan banyak lintas sektor.

Khofifah menambahkan, pihaknya akan mengembangkan rencana pengembangan angkutan masal berbasis jalan, pengembangan bandara juanda, pengembangan kawasan pelabuhan, hingga pengembangan angkutan massal berbasis rel sampai reaktivasi jalur kereta api. Untuk itu, setelah Kick Off Meeting SUMP ini, ia meminta seluruh tim harus bergerak cepat melakukan koordinasi.

“Sambil berjalan, hal-hal teknis harus segera di koordinasikan. Jika ingin reaktivasi jalur kereta maka harus segera berkoordinasi dengan PT. KAI,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, dalam pengembangan wilayah Gerbangkertosusila ini pemerintah Jerman akan memberikan hibah mencapai 1,49 juta Euro atau setara Rp 23 milliar.  Mengingat Jatim adalah daerah yang memiliki tingkat  pertumbuhan ekonomi yang tinggi, investasi yang tinggi serta dianugerahi masyarakat yang partisipatif serta sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.

“Secara geodemografi kawasan Gerbangkertosusila Plus memiliki luas kurang lebih 10.845,73 km2 atau 22,69 % dari luas Jatim dengan jumlah penduduk sebanyak 13,8 juta jiwa lebih atau 33,80 % dari penduduk. Ini adalah potensi yang begitu besar untuk mengungkit perekonomian Jatim,” jelasnya.

“Maka penyusunan SUMP menjadi keniscayaan yang harus mendukung potensi di Jatim. SUMP ini menjadi tahap awal untuk mengembangkan rencana mobilitas di wilayah kawasan metropolitan di Jatim,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah Jerman dengan dana hibah SUMP melalui KfW.

“Tentu akan menjadi bagian yang penting. Proses perencanaannya adalah hibah dari pemerintah Jerman melalui KfW,” ucapnya.

Khofifah berharap, kerjasama Pemprov Jatim dan pemerintah Jerman bisa terus berlanjut tidak hanya sebatas pembangunan transportasi publik, namun juga turut memberi kontribusi pada sektor pembangunan hijau di Jawa Timur.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Olaf dari Green Infrastuctur Inisiatif. Karena ini akan menjadi bagian, tidak hanya komitmen untuk membangun transportasi publik diantara metropolitan plus, tetapi juga komitmen untuk membangun pembangunan hijau,” pungkasnya.

Sementara itu, Principal Portfolio Manager Green Infrasstructure Initiative (GII) KfW Olaf Goerke menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi kelanjutan komitmen Pemerintah Indonesia dan Jerman dalam sektor prakarsa teknologi hijau di Indonesia.

Langkah pertama yang diambil adalah dengan melalui SUMP di Gerbangkertosusila yang diharapkan bisa digunakan untuk membangun investasi lanjutan.

“Tidak hanya planning hari ini, tetapi juga ada investasi kedepannya,” tandasnya.

Dirinya mengaku sangat optimis dengan kerjasama yang dibangun hari ini mengingat kawasan Jawa Timur dalam hal ini Kota Surabaya telah menjadi wilayah yang penting bagi pengembangan kerjasama antara Indonesia dan Jerman.

Lima Poin Kesepakatan

Di tempat yang sama, Komitmen Bersama SUMP yang ditandatangani oleh delapan kab/kota ini menghasilkan lima poin kesepakatan. Hal ini mengacu pada surat dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dengan Gubernur Jawa Timur No. 050/9232/201/5/2020 per tanggal 20 Mei 2020.

Juga, Pengaturan Pelaksanaan antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan KfW tentang Pengembangan Rencana Mobilitas Perkotaan Berkelanjutan untuk Wilayah Metropolitan Surabaya (Gerbangkertosusila) per tanggal 27 September 2021.

Serta Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/743/KPTS/013/2022 Tentang Tim Koordinasi Pengembangan Rencana Mobilitas Perkotaan Berkelanjutan untuk Wilayah Metropolitan Surabaya Periode Tahun 2022-2024.

Adapun lima poin kesepakatan bersama ini menyatakan pada poin pertama mendukung kebijakan dalam penanganan emisi mobilitas perkotaan untuk mewujudkan transportasi rendah karbon yang berkelanjutan di kawasan Perkotaan Gerbangkertosusila Plus.

Kedua, mewujudkan akses yang aman ke sistem transportasi massal rendah karbon, aman, bersih, handal dan terjangkau sebagai salah satu kebutuhan dasar di kawasan perkotaan Gerbangkertosusila+.

Poin Ketiga, memprioritaskan sistem mobilitas perkotaan berkelanjuian di kawasan perkotaan Gerbangkertosusila+, yang mengintegrasikan transportasi publik, pengguna sepeda,pejalan kaki, dan solusi rendah karbon dalam perencanaan dan pengembangan kebijakan alokasi anggaran publik.

Pada poin keempat, Memperkuat perencanaan dan implementasi mobilitas perkotaan yang partisipatif, melalui koordinasi kelembagaan antara pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta dan masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sedangkan, pada poin kelima melakukan penyelarasan dan pengintegrasian program dan kegiatan dalam dokumen perencanaan daerah, untuk mewujudkan sistem transportasi massal rendah karbon yang berkelanjutan di kawasan perkotaan Gerbangkertosusila Plus. (Dwi Arifin)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *