Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 18:41 WIB
Surabaya
--°C

“Mutiara dari Lapangan Berlumpur: Kisah Alfredo Nararya, Nyawa Baru Timnas U-17 yang Lahir dari Rahim Bintang Putra Sidoarjo”



SIDOARJO-KEMPALAN: Skor telak 4-0 atas Timor Leste di ASEAN U-17 Boys Championship 2026 bukan sekadar angka di papan skor. Di balik gemuruh Stadion, terselip satu nama yang menjadi buah bibir: Alfredo Nararya Nugroho. Umpan sepak pojok presisinya yang berbuah gol keempat Indonesia menjadi segel sahih bahwa “Si Kurus” dari Sidoarjo ini adalah talenta langka yang selama ini tersembunyi.

Alfredo bukanlah produk akademi mewah dengan fasilitas kelas dunia. Ia adalah representasi perjuangan akar rumput sejati. Sejak usia 7 tahun, ia mengasah bakatnya di Bintang Putra Sidoarjo (BPS), sebuah klub lokal yang bahkan tidak memiliki lapangan sendiri.

Sentuhan Magis Sang Pengatur Serangan
Pelatih kepala Timnas U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku tak butuh waktu lama untuk jatuh cinta pada gaya main Alfredo.

“Saya tidak melihat fisiknya yang kurus, saya melihat visi bermainnya. Alfredo punya ‘computer’ di kepalanya. Asisnya di gol keempat melawan Timor Leste itu bukan kebetulan, itu adalah hasil dari teknik dan ketenangan yang matang. Dia tahu kapan harus menahan dan kapan harus melepaskan bola,” ujar Kurniawan dengan nada kagum.

BACA JUGA  Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Gelar Bakti Sosial di Banjarasri Tanggulangin

Besar di Lapangan Sewa dan Gotong Royong


Kisah sukses Alfredo adalah tamparan bagi infrastruktur sepak bola kita. Pembina BPS Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, mengungkapkan bahwa Alfredo tumbuh di atas lapangan desa di kawasan Sumput dan Sekardangan yang kondisinya jauh dari kata layak.

“Kami tidak punya lapangan sendiri. Kami menyewa lapangan desa yang tidak terurus. Selama bertahun-tahun, pelatih dan wali murid bergotong royong memperbaiki lapangan secara manual tanpa alat berat. Kalau hujan, latihan bubar karena lapangan banjir. Tapi di situlah mental Alfredo ditempa. Sejak U-U-7 hingga U-17, dia adalah nyawa tim kami dengan puluhan trofi yang sudah ia sumbangkan,” tutur Yudhi.

Harapan dari Kota Delta Sidoarjo


Bagi masyarakat Sidoarjo, Alfredo adalah kebanggaan tunggal—satu-satunya produk asli daerah yang menembus skuat Garuda Asia saat ini. Koleksi gelar Best Player dan Top Scorer di level internasional antar-pelajar di Malaysia sebelumnya, kini ia buktikan di level negara.

BACA JUGA  Bambang Haryo Minta Penguatan Anggaran Penyiaran Publik untuk Perangi Hoaks dan Perluas Informasi Pemerintah

Saat ditemui usai laga, Alfredo tetap merunduk. Baginya, kostum Merah Putih adalah amanah besar dari tanah kelahirannya.

“Target saya hanya memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Setiap asis atau gol adalah untuk orang tua saya dan keluarga besar BPS Sidoarjo yang mengajari saya bermain bola dari nol, meski di lapangan sewa yang becek. Saya ingin membuktikan bahwa dari keterbatasan pun, kita bisa terbang tinggi,” ucap Alfredo.

Kini, Indonesia menanti magis selanjutnya dari kaki Alfredo. Seorang bocah yang membuktikan bahwa bakat besar tidak butuh fasilitas mewah untuk bersinar, namun butuh ketekunan dan tangan dingin pembinaan akar rumput yang tulus. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.