SURABAYA –KEMPALAN : Di bawah langit Surabaya Barat yang meluruh senja, sebuah narasi kemanusiaan sedang ditulis dengan tinta pengabdian. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tidak sedang membicarakan teori di ruang kelas, melainkan sedang mempraktikkan “Logistik Spiritual” skala raksasa. Selama 22 hari, terhitung sejak 12 Februari hingga 24 Maret 2026, kampus ini bertransformasi menjadi oase bagi para pejuang nafkah dan musafir.
Layanan Tanpa Sekat, Standar Bintang Lima

Bukan sekadar pembagian takjil biasa, Unesa menyajikan pengalaman kuliner setaraf hotel bintang lima. Setiap harinya, menu dikurasi dengan rotasi yang terjaga, memastikan setiap warga yang datang merasakan kehangatan hidangan segar yang menggugah selera. Di sini, profesionalisme akademik bertemu dengan ketulusan melayani; mulai dari manajemen antrean yang presisi, fasilitas sanitasi yang higienis, hingga ruang ibadah yang representatif.
Manifestasi “Loss Tanpa Rewel”

Filosofi pengabdian ini digerakkan langsung oleh komando Rektor beserta jajaran, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga tenaga kependidikan. Mereka melepas atribut jabatan untuk terjun langsung “jemput bola” melayani masyarakat. Fenomena ini membuktikan bahwa Unesa telah meruntuhkan dinding “Menara Gading” dan menjelma menjadi “Menara Cahaya” yang merangkul semua golongan tanpa sekat.
Diplomasi Hati dan Kemanusiaan

Wakil Rektor II, Prof. Dr. Bachtiar Saiful Bachri, menyebut gerakan ini sebagai manajemen kasih sayang. “Kami tidak hanya menghitung butir nasi, tapi kami memastikan setiap bulir yang dinikmati masyarakat adalah manifestasi keberkahan. Ini adalah tata kelola logistik spiritual yang kami jalankan dengan ketulusan penuh,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Masyarakat adalah napas Unesa. Pintu gerbang kami terbuka lebar sebagai jembatan hati. Di bulan suci ini, kami ingin Ramadan menjadi momentum persatuan yang nyata antara akademisi dan rakyat,” tuturnya di sela-sela syahdunya iringan selawat dari UKM Seni lintas fakultas.
DATA EKSKLUSIF: LOGISTIK RAKSASA “UNESA BERBAGI BERKAH 2026”

Di balik kemegahan acara, terdapat angka-angka fantastis yang dikelola secara presisi untuk menjamin kualitas sajian bagi 99.000 jiwa:
| Kategori Logistik | Volume / Kapasitas | Catatan Kualitas |
|---|---|---|
| Beras Premium | 7,7 Ton | Bulir Pilihan Varietas Unggul |
| Protein Daging Sapi | 3,3 Ton | Steril, Halal, & Higienis |
| Protein Telur | 1,2 Ton | Sumber Nutrisi Utama |
| Tahu & Tempe | 17,6 Ton | Ikon Kuliner Nusantara |
| Buah Segar | 16,2 Ton | Nutrisi Pengembali Energi |
| Kurma Pilihan | 2,67 Ton | Kualitas Ekspor Sesuai Sunnah |
| Air Mineral | 2.062 Dus | Hidrasi Terjamin |
| Total Sajian | 99.000 Paket | Perjamuan Kolosal 22 Hari |
| Garda Pengamanan | 154 Personel | Sinergi TNI & POLRI |
| Volunteer Khusus | 1.100 Orang | Mahasiswa & Staf Terpilih |
Epilog: Revolusi Spiritualitas
Apa yang terjadi di Unesa bukan sekadar ritual berbuka puasa. Ini adalah sebuah “Revolusi Spiritualitas”—sebuah pembuktian bahwa lembaga pendidikan tinggi mampu menjadi garda terdepan dalam menebar kemaslahatan. Di bawah naungan Ramadan 1447 H, Unesa memilih untuk “Ngalap Berkah” dengan totalitas tanpa batas (loss tanpa rewel), memastikan bahwa di setiap piring yang tersaji, ada doa dan ridho Illahi yang sedang dijemput.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi