Rabu, 10 Juni 2026, pukul : 20:17 WIB
Surabaya
--°C

MasyaAllah! Perjamuan Bintang Lima di Episentrum Pendidikan dengan 99.000 Paket Buka Puasa


SURABAYA –KEMPALAN : Di bawah langit Surabaya Barat yang meluruh senja, sebuah narasi kemanusiaan sedang ditulis dengan tinta pengabdian. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tidak sedang membicarakan teori di ruang kelas, melainkan sedang mempraktikkan “Logistik Spiritual” skala raksasa. Selama 22 hari, terhitung sejak 12 Februari hingga 24 Maret 2026, kampus ini bertransformasi menjadi oase bagi para pejuang nafkah dan musafir.

Layanan Tanpa Sekat, Standar Bintang Lima


Bukan sekadar pembagian takjil biasa, Unesa menyajikan pengalaman kuliner setaraf hotel bintang lima. Setiap harinya, menu dikurasi dengan rotasi yang terjaga, memastikan setiap warga yang datang merasakan kehangatan hidangan segar yang menggugah selera. Di sini, profesionalisme akademik bertemu dengan ketulusan melayani; mulai dari manajemen antrean yang presisi, fasilitas sanitasi yang higienis, hingga ruang ibadah yang representatif.

Manifestasi “Loss Tanpa Rewel”

BACA JUGA  Kapolsek Prambon Masifkan Bhabinkamtibmas Sambang Petani, Guna Dongkrak Swasembada Pangan


Filosofi pengabdian ini digerakkan langsung oleh komando Rektor beserta jajaran, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga tenaga kependidikan. Mereka melepas atribut jabatan untuk terjun langsung “jemput bola” melayani masyarakat. Fenomena ini membuktikan bahwa Unesa telah meruntuhkan dinding “Menara Gading” dan menjelma menjadi “Menara Cahaya” yang merangkul semua golongan tanpa sekat.

Diplomasi Hati dan Kemanusiaan


Wakil Rektor II, Prof. Dr. Bachtiar Saiful Bachri, menyebut gerakan ini sebagai manajemen kasih sayang. “Kami tidak hanya menghitung butir nasi, tapi kami memastikan setiap bulir yang dinikmati masyarakat adalah manifestasi keberkahan. Ini adalah tata kelola logistik spiritual yang kami jalankan dengan ketulusan penuh,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Masyarakat adalah napas Unesa. Pintu gerbang kami terbuka lebar sebagai jembatan hati. Di bulan suci ini, kami ingin Ramadan menjadi momentum persatuan yang nyata antara akademisi dan rakyat,” tuturnya di sela-sela syahdunya iringan selawat dari UKM Seni lintas fakultas.

BACA JUGA  Tak Bayar Nafkah Anak, NIK Warga Surabaya Diberi Status Khusus

DATA EKSKLUSIF: LOGISTIK RAKSASA “UNESA BERBAGI BERKAH 2026”

Di balik kemegahan acara, terdapat angka-angka fantastis yang dikelola secara presisi untuk menjamin kualitas sajian bagi 99.000 jiwa:

Kategori LogistikVolume / KapasitasCatatan Kualitas
Beras Premium7,7 TonBulir Pilihan Varietas Unggul
Protein Daging Sapi3,3 TonSteril, Halal, & Higienis
Protein Telur1,2 TonSumber Nutrisi Utama
Tahu & Tempe17,6 TonIkon Kuliner Nusantara
Buah Segar16,2 TonNutrisi Pengembali Energi
Kurma Pilihan2,67 TonKualitas Ekspor Sesuai Sunnah
Air Mineral2.062 DusHidrasi Terjamin
Total Sajian99.000 PaketPerjamuan Kolosal 22 Hari
Garda Pengamanan154 PersonelSinergi TNI & POLRI
Volunteer Khusus1.100 OrangMahasiswa & Staf Terpilih

Epilog: Revolusi Spiritualitas


Apa yang terjadi di Unesa bukan sekadar ritual berbuka puasa. Ini adalah sebuah “Revolusi Spiritualitas”—sebuah pembuktian bahwa lembaga pendidikan tinggi mampu menjadi garda terdepan dalam menebar kemaslahatan. Di bawah naungan Ramadan 1447 H, Unesa memilih untuk “Ngalap Berkah” dengan totalitas tanpa batas (loss tanpa rewel), memastikan bahwa di setiap piring yang tersaji, ada doa dan ridho Illahi yang sedang dijemput.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan) 


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.