SURABAYA-KEMPALAN: Mengubah stigma pembagian rapor yang menegangkan menjadi sebuah festival inovasi, SMA Labschool Unesa 1 Surabaya sukses menggelar sinergi akbar “CEBICOMM dan GELAR KARYA PROYEK” pada Jumat (18/6/2026). Bertempat di halaman sekolah, acara ini menyulap momen akhir semester menjadi panggung unjuk gigi para pengusaha muda dan atlet masa depan di hadapan orang tua serta dewan juri profesional.
Kepala Sekolah SMA Labschool Unesa 1 Surabaya, Dewi Purwanti, S.Pd., menegaskan bahwa agenda tahunan ini dirancang sebagai transparansi nyata proses belajar mengajar. Melalui program ini, wali murid tidak sekadar menerima angka di atas kertas, tetapi menyaksikan langsung transformasi karakter anak yang mandiri, kreatif, dan berjiwa entrepreneur sejak dini.
“Kami sangat bangga dengan apa yang dikerjakan anak-anak. Semua guru dan tenaga kependidikan (tendik) di sini berperan sebagai mentor yang mengarahkan potensi mereka. Hasilnya di luar ekspektasi, mereka mampu membuktikan diri sebagai generasi yang hebat, sehat, dan bermartabat,” ujar Dewi Purwanti dengan penuh apresiasi.
Melatih CEO Muda dari Hulu ke Hilir

Kompetisi bisnis dalam CEBICOMM menuntut para siswa dari berbagai kelas untuk berpikir dan bertindak layaknya pengusaha profesional. Tidak main-main, dewan juri menilai seluruh proses bisnis dari hulu ke hilir. Mulai dari riset bahan baku, proses produksi makanan dan minuman (mamin) yang higienis, strategi pemasaran berbasis omnichannel (daring dan luring), hingga kelayakan produk untuk diedarkan ke masyarakat luas.

Bellicia Yoan Christabel, siswi kelas X-1 yang berhasil menyabet predikat Best CEO, membagikan resep suksesnya di hadapan juri dan pengunjung. Menurutnya, kepemimpinan di level bisnis berkelas tidak hanya soal memerintah, melainkan tentang eksekusi visi dan manajemen risiko yang matang.
“Menjadi CEO yang baik itu berarti harus paham betul detail operasional, mulai dari menjaga kualitas produk mamin agar tetap sehat, hingga taktik digital marketing untuk menjaring pembeli. Kita ditantang untuk adaptif, menjaga kekompakan tim, dan memastikan produk kita memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat,” beber Bellicia gamblang.
Kombinasi Sempurna Bisnis dan Sportivitas

Nuansa dinamis Gen-Z semakin kental karena festival ini tidak hanya memacu adrenalin bisnis, tetapi juga mengasah sportivitas lewat kompetisi olahraga. Di sudut lain halaman sekolah, gemuruh dukungan suporter membakar semangat para siswa yang bertanding di cabang olahraga basket, petanque, hingga aksi kreatif kelompok suporter cilik.
Perpaduan antara ketajaman berpikir dalam bisnis dan kekuatan fisik dalam olahraga ini menciptakan atmosfer sekolah yang hidup dan kompetitif. Orang tua murid yang hadir tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga saksi hidup bagaimana kurikulum sekolah mampu menggali potensi non-akademik siswa secara maksimal.

Apresiasi mendalam datang dari perwakilan wali murid. Ibu Yulia, orang tua siswa kelas X, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya saat melihat sang anak berkompetisi langsung di lapangan.
“Jujur, saya ikut bangga dan haru hari ini. Melihat kreativitas anak-anak mengelola bisnis dan semangat mereka berolahraga membuat saya sadar bahwa saya tidak salah menyekolahkan anak di SMA Labschool Unesa 1 Surabaya ini. Sekolah ini benar-benar membentuk mental juara,” ungkap Ibu Yulia emosional.
Melalui gelaran CEBICOMM dan Gelar Karya Proyek 2026 ini, SMA Labschool Unesa 1 Surabaya sukses menetapkan standar baru dalam dunia pendidikan: bahwa rapor terbaik seorang siswa adalah karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi