Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 10:52 WIB
Surabaya
--°C

Gandeng Maestro Prancis, PB FOPI Cetak 29 Pelatih ‘Arsitek’ Medali Dunia


JAKARTA –KEMPALAN:  Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) resmi menutup International Coaching Course Petanque Level 1 yang berlangsung di Jakarta, 9-11 April 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai fondasi jangka panjang untuk mencetak pelatih berkualitas yang mampu membawa atlet Indonesia menembus podium juara dunia.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kabid Litbang KONI Pusat, Ir. Erizal Chaniago. Dalam arahannya, Erizal menekankan pentingnya standarisasi kepelatihan internasional untuk mendongkrak prestasi olahraga nasional.

“KONI Pusat sangat mengapresiasi langkah PB FOPI. Untuk mencetak atlet juara, kita harus memiliki pelatih yang punya ‘arsitektur’ pemikiran kelas dunia. Kehadiran instruktur dari Prancis adalah kunci untuk menyerap langsung filosofi dan teknik dari negara asal olahraga ini,” ujar Erizal Chaniago saat membuka acara.

Sentuhan Langsung dari Negeri Menara Eiffel


PB FOPI mendatangkan langsung Mr. Claude Raluy, pakar petanque asal Prancis, untuk memberikan gemblengan teknis kepada 29 peserta terpilih dari 14 provinsi, mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Barat. Selama tiga hari, para peserta dihadapkan pada kurikulum yang komprehensif, meliputi teori mendalam, praktik presisi, hingga ujian akhir untuk menentukan kelayakan sertifikasi Level 1.

Claude Raluy memberikan catatan optimistis sekaligus kritis terhadap potensi lokal. “Indonesia memiliki bakat alam yang luar biasa. Namun, untuk emas Kejuaraan Dunia, dibutuhkan filosofi presisi. Saya menanamkan standar elite agar pelatih di sini mampu mengubah cara atlet mereka bertanding secara fundamental,” ungkap Claude.

Dampak bagi Daerah


Semangat transformasi dirasakan oleh para peserta, salah satunya Umi Salmami asal Sidoarjo, Jawa Timur. Ia mengaku pelatihan ini mengoreksi banyak detail teknis yang selama ini terabaikan.

“Materi dari Mr. Claude membuka mata kami bahwa detail terkecil sangat menentukan kemenangan. Saya siap membawa ilmu ini ke Jawa Timur agar atlet kita tidak hanya menjadi pelengkap, tapi menjadi ancaman serius di level internasional,” tegas Umi.

Investasi Jangka Panjang
Ketua Umum PB FOPI menyatakan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan investasi untuk menjadikan petanque sebagai lumbung medali baru bagi Merah Putih.

“Mendatangkan ahli dari Prancis adalah komitmen kami untuk menjamin kualitas kepelatihan. 29 peserta ini adalah pionir yang akan menyebarkan standar juara ke seluruh pelosok tanah air,” jelas pihak PB FOPI.

Dengan berakhirnya kursus ini, Indonesia kini memiliki 29 pelatih bersertifikat internasional yang dipersenjatai ilmu asli Prancis. Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi Indonesia untuk merajai kancah petanque global di masa depan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan )


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.