SURABAYA-KEMPALAN: Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menginstruksikan pengamanan berskala masif untuk mengawal perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026. Skema pengamanan ini dirancang presisi guna menjamin hak menyampaikan aspirasi tetap berjalan selaras dengan kondusivitas ruang publik.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa strategi yang diusung bukan sekadar penjagaan, melainkan pelayanan maksimal yang berbasis pada sinergi lintas elemen.“Kami tidak bergerak sendiri. Polda Jatim secara intensif terus berkoordinasi dengan para koordinator lapangan dan pimpinan elemen buruh di seluruh Jawa Timur. Fokus kami adalah memastikan saudara-saudara kita para pekerja dapat memperingati hari besar mereka dengan aman, tertib, dan tanpa hambatan,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (30/4/2026).

Selain mengamankan titik kumpul massa di wilayah Jawa Timur, Polda Jatim juga melakukan langkah proaktif dengan memberikan pengawalan khusus bagi delegasi buruh yang bertolak menuju Jakarta. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para buruh selama perjalanan hingga kembali ke daerah asal.
Kombes Pol Jules menambahkan, komitmen pengamanan ini berlaku merata di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, tidak hanya terpusat di Surabaya sebagai ibu kota provinsi.“Instruksi Bapak Kapolda sangat jelas: tidak boleh ada sekat komunikasi. Jika ada elemen buruh yang merayakan May Day di daerah masing-masing, kami hadir di sana untuk memfasilitasi dan mengawal. Pelayanan semaksimal mungkin adalah prioritas kami agar hak buruh dan ketertiban umum berjalan beriringan,” tegasnya.
Terkait kekuatan personel, Kombes Pol Jules menjelaskan bahwa pengerahan pasukan akan disesuaikan secara proporsional dengan tingkat kerawanan dan konsentrasi massa di tiap titik. Detail jumlah personel akan dipastikan melalui Apel Kesiapan Pengamanan yang digelar sesaat sebelum pergerakan massa dimulai.Polda Jatim berharap peringatan May Day 2026 di Jawa Timur dapat menjadi etalase demokrasi yang sehat, di mana aspirasi disampaikan secara elegan dan tertib.
“Kami optimis perayaan tahun ini berjalan damai. Ini adalah momentum bagi rekan-rekan buruh untuk menyuarakan aspirasi sebagai bagian penting dari roda penggerak ekonomi bangsa,” tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Ambari Taufiq/Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi