SURABAYA -KEMPALAN: Tuan rumah tidak sekadar bermain di depan publik sendiri. Kota Surabaya memastikan namanya terpahat sebagai juara umum dalam Kejuaraan Arung Jeram Piala Wali Kota Surabaya 2026, sekaligus menegaskan hegemoninya di cabang olahraga ekstrem yang menguji adrenalin dan strategi tim tersebut.
Perlombaan yang berlangsung di Sungai Kalimas, kawasan Asreboyo, Surabaya, resmi berakhir pada Minggu (7/6/2026). Keberhasilan ini diraih setelah kontingen Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Surabaya menyapu bersih tiga kategori bergengsi, yaitu Overall Result Open Men, Overall Result Open Women, serta Overall Result Regional U-22 Women. Sapuan bersih ini menjadi fondasi utama raihan gelar juara umum.
Sementara itu, tiga kategori lain dimenangkan oleh tim berbeda yang turut mewarnai ketatnya persaingan. Wanala Universitas Airlangga (Unair) keluar sebagai yang tercepat pada kategori Overall Result Mahasiswa Men. Himapala Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi yang terbaik pada kategori Overall Result Mahasiswa Mix. Adapun gelar Overall Result Regional U-22 Men jatuh ke tangan SMAM X Rafting.

Ketua panitia penyelenggara, Tri Harsono, dalam keterangannya kepada awak media usai penutupan, menyebut bahwa kualitas kompetisi tahun ini melonjak signifikan. Ia menilai bahwa arus deras Sungai Kalimas bukan satu-satunya tantangan; kedisiplinan teknis dan kekompakan tim menjadi pembeda.
“Kejuaraan ini berlangsung lancar, aman, dan sangat kompetitif. Atlet-atlet Surabaya menunjukkan performa yang membanggakan. Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan membaca medan. Ini indikator positif sekaligus modal nyata menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang,” ujar Tri Harsono.
Lebih dari sekadar pesta olahraga, Kejuaraan Arung Jeram Piala Wali Kota 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Pemerintah Kota Surabaya, melalui ajang ini, tidak hanya ingin menciptakan event spektakuler, tetapi juga meneguhkan komitmen pembinaan olahraga ekstrem yang selama ini berjalan terstruktur. Keberhasilan menjadi juara umum dinilai sebagai bukti nyata efektivitas program pembinaan atlet muda.
Di sisi lain, kejuaraan ini juga berhasil mengangkat citra Sungai Kalimas sebagai lokasi olahraga petualangan yang potensial. Arus yang menantang dan tata kelola lintasan yang profesional menjadikan lokasi ini bukan sekadar arena lomba, melainkan destinasi wisata olahraga ekstrem masa depan Kota Pahlawan. Dengan modal juara umum ini, Surabaya dinilai memiliki fondasi kokoh untuk bersaing di tingkat provinsi sekaligus menjadi pusat rujukan pembinaan arung jeram di Indonesia Timur.(M Fasichullisan/Ambari Taufiq).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi