Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 16:23 WIB
Surabaya
--°C

Di Balik Barikade May Day 2026, Kompi 4 Batalyon A Pelopor Jaga Nadi Jawa Timur dengan Presisi dan Akhlak

SURABAYA-KEMPALAN: Gerbang utama Jawa Timur dijaga ketat. Di bawah terik matahari yang menyengat kawasan vital Mapolda Jatim, terlihat barisan baret biru tua berdiri tegak dengan kesiagaan penuh. Mereka adalah Kompi 4 Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Jatim, unit taktis yang menjadi “pagar hidup” jalur utama menuju jantung Kota Surabaya pada peringatan May Day, 1 Mei 2026.

Di bawah komando langsung AKP Setiawan, S.H., satu kompi pasukan ini tidak hanya disiagakan sebagai instrumen keamanan, tetapi juga sebagai simbol kehadiran negara yang humanis namun tetap presisi. Kawasan Mapolda Jatim dipilih sebagai titik krusial karena merupakan urat nadi transportasi dan pusat komando pengamanan di Jawa Timur.

Kedisiplinan di Atas Landasan Etika

Berbeda dengan pengamanan pada umumnya, AKP Setiawan menerapkan standar yang lebih tinggi bagi pasukannya. Baginya, perlengkapan taktis yang lengkap dan kemampuan teknis kepolisian hanyalah separuh dari bekal lapangan. Separuh lainnya adalah integritas moral.”Instruksi saya jelas: amankan wilayah dengan prosedur tetap yang presisi, namun jangan lupakan nurani. Pasukan Kompi 4 Batalyon A Pelopor tidak hanya dibekali kemampuan taktis dan teknis Kepolisian, tetapi yang paling utama adalah akhlak yang mulia,” ujar AKP Setiawan sela-sela pengamanan.

AKP Setiawan, S.H. juga menjelaskan ” Kami berdiri di sini bukan sebagai pembatas aspirasi, melainkan sebagai pelindung ketertiban. Saya selalu menekankan kepada anggota bahwa seragam dan senjata adalah amanah, namun akhlak adalah fondasinya. Dalam situasi tensi tinggi, kecerdasan emosional dan akhlak yang mulia jauh lebih mematikan daripada senjata manapun dalam meredam konflik. Karena bagi kami, pengamanan yang presisi adalah ketika tugas selesai tanpa mencederai kemanusiaan.

Pengerahan kekuatan ini dilakukan untuk memastikan arus massa buruh tetap tertib dan jalur logistik menuju pusat kota tidak lumpuh. Dengan perlengkapan pelindung lengkap, mulai dari tameng hingga kendaraan taktis, Kompi 4 Batalyon A Pelopor melakukan pengawasan berlapis.Strategi yang diterapkan bukan sekadar penjagaan statis, melainkan sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap dinamika lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di jalur utama menuju jantung Surabaya terpantau kondusif dengan penjagaan ketat yang tetap mengedepankan sisi eleganitas Korps Brimob.

Langkah presisi ini membuktikan bahwa Sat Brimob Polda Jatim terus bertransformasi menjadi satuan yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga luhur secara karakter dalam menjaga marwah institusi Polri di mata masyarakat.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.