Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 17:15 WIB
Surabaya
--°C

Melampaui Orasi, Pemkab Sidoarjo Buka Jalur Afirmasi Pendidikan: Investasi Masa Depan bagi Anak Buruh

SIDOARJO-KEMPALAN: Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi di jalanan, tetapi menjelma menjadi momentum penguatan komitmen nyata pemerintah daerah terhadap kesejahteraan keluarga pekerja.
Melalui pendekatan humanis, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara eksklusif memberikan kado istimewa berupa Jalur Afirmasi Pendidikan, sebuah langkah konkret untuk memutus rantai ketimpangan akses sekolah bagi anak-anak buruh.
Sinergi dalam Doa dan Harmoni
Jum’at (1/5/2026), suasana kondusif menyelimuti Sidoarjo. Mengawali hari, jajaran Forkopimda bersama perwakilan berbagai serikat buruh berkumpul dalam doa bersama. Agenda ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuatnya hubungan industrial yang harmonis di wilayah yang dikenal sebagai pusat industri Jawa Timur tersebut.


Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa tugas pemerintah daerah adalah menjadi jembatan bagi tuntutan buruh, termasuk mengawal implementasi regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja.
“Alhamdulillah, May Day di Sidoarjo berlangsung sangat kondusif. Selain doa bersama, fokus utama kami adalah aksi nyata. Tugas kami memastikan tuntutan rekan-rekan buruh, terutama soal regulasi yang adil, sampai ke level pusat dan terimplementasi dengan baik di daerah,” ujar Subandi.


Komitmen Pendidikan: Kuota 5 Persen bagi Anak Buruh


Terobosan yang paling tajam dalam peringatan tahun ini adalah kebijakan Pemkab Sidoarjo dalam sektor pendidikan. Pemkab mendorong alokasi kuota sebesar 5 persen pada jalur afirmasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) khusus bagi anak buruh untuk mengakses sekolah negeri dari jenjang SD hingga SMP.
“Anak buruh adalah anak-anak kami juga. Kami tidak ingin mereka putus sekolah karena kendala ekonomi atau administrasi. Ini perhatian serius kami, mengawal instruksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan implementasi lokal yang lebih kuat,” tambah Bupati.
Sebagai bentuk dukungan logistik terhadap demokrasi, Pemkab juga memfasilitasi keberangkatan 550 massa buruh menggunakan 11 unit bus menuju Jakarta pada 30 April lalu, guna menyampaikan aspirasi di tingkat nasional secara aman dan terorganisir.


Tokoh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sidoarjo dan Jawa Timur ,Ahmad Fauzi , memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Pemkab. Menurutnya, jalur afirmasi pendidikan adalah bentuk pengakuan atas martabat kaum buruh.
“Selama ini aspirasi kami seringkali hanya berkutat pada upah. Namun hari ini, Pemkab Sidoarjo menunjukkan pandangan yang lebih jauh kedepan. Jalur afirmasi sekolah negeri bagi anak buruh adalah ‘upah masa depan’ yang luar biasa. Kami merasa didengar, tidak hanya sebagai penggerak mesin ekonomi, tapi sebagai orang tua yang memimpikan pendidikan layak bagi anak-anak kami,” ungkap Ahmad Fauzi.
Peringatan May Day 2026 ini menutup babak baru di Sidoarjo: bahwa kesejahteraan buruh tidak hanya diukur dari angka di slip gaji, melainkan dari kepastian masa depan generasi penerusnya.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.