SURABAYA –KEMPALAN: Di saat banyak lembaga pendidikan terjepit badai efisiensi dan pengetatan anggaran, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) justru mengambil langkah anomali yang menggetarkan publik. Sang “Maestro Kebijakan”, Rektor Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes (Cak Hasan), resmi meluncurkan paket “Sedekah Kebijakan” yang dinilai di luar nalar dan menjadi sejarah baru dalam ekosistem pendidikan Indonesia.
Gila Sedekah: Dari Perut ke Peradaban
Belum hilang dari ingatan, selama bulan suci Ramadan lalu, Unesa di bawah komando Cak Hasan menunjukkan kedermawanan ekstrem. Tak tanggung-tanggung, Unesa memuliakan masyarakat sekitar dan pengguna jalan di Gerbang kampus 2 Lidah Wetan dengan membagikan 99.000 piring makanan bergizi secara cuma-cuma.
Kini, tepat satu bulan kemudian (14/04/2026), spirit “tangan di atas” itu bertransformasi menjadi kebijakan strategis yang lebih radikal dalam momen Halalbihalal 1447 H di Graha Unesa.
5 Ledakan Kebijakan “Cak Hasan” yang Mengguncang:

- Beasiswa Doktoral (S-3) Tanpa Batas: Seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik) Labschool Unesa dibiayai studi lanjut hingga doktoral. Sebuah investasi SDM yang sangat mahal dan langka.
- Privilese Darah Biru Unesa: Anak kandung guru dan tendik Labschool mendapatkan akses Kuliah Gratis di Unesa. Ini adalah bentuk konkret memuliakan keluarga pejuang pendidikan.
- Injeksi Kreativitas Tanpa Tapi: Hibah set alat musik dan band lengkap untuk seluruh unit sekolah demi melahirkan generasi kreatif.
- Akses VIP Fasilitas Premium: Siswa Labschool diberikan karpet merah menggunakan fasilitas kelas dunia milik Unesa, mulai dari GOR, Kolam Renang Internasional, hingga laboratorium Sport Science Center tanpa.
- Revolusi Mal Pelayanan Publik (MPP) Pendidikan: Pembangunan gedung laboratorium terpadu dengan konsep One-Stop Service. Birokrasi kaku dipangkas habis, diganti layanan ala hotel bintang lima.
“Ramadan boleh berlalu, tapi tangan di atas tidak boleh turun. Di saat yang lain bicara efisiensi, saya bicara investasi peradaban. Pemimpin harus terus ‘berpuasa’ dari kepentingan pribadi dan terus ‘bersedekah’ lewat kebijakan yang memanusiakan manusia,” tegas Cak Hasan di hadapan ribuan hadirin yang terpukau.
Respons Dunia Pendidikan: “Mukjizat Manajerial”

Direktur Labschool Unesa, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., menyebut langkah ini sebagai kejutan yang belum pernah ada presedennya di Indonesia. “Ini mukjizat manajerial. Cak Hasan mengubah wajah birokrasi sekolah yang kaku menjadi layanan sekelas hotel bintang lima. Ini mungkin satu-satunya di Indonesia,” ungkapnya dengan nada bangga.
Suasana haru pecah saat para guru senior tak kuasa membendung air mata. Bagi mereka, kebijakan ini adalah “durian runtuh” yang mewujudkan mimpi mustahil: menyandang gelar Doktor dan melihat anak-anak mereka kuliah tanpa pusing biaya.
Tinjauan Spiritual dan Kemanusiaan
Dalam tausiahnya, sang dai menekankan bahwa Cak Hasan tengah mempraktikkan Siyasah Maaliyah (politik keuangan) yang cerdas. Menyejahterakan guru adalah kunci keberkahan ilmu. Acara kian khidmat dengan kehadiran puluhan anak yatim dan kaum dhuafa yang ikut mengaminkan doa bagi kejayaan Unesa.
Hadir menyaksikan momentum bersejarah ini, Ketua DWP Unesa, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Martadi, M.Sn., WR 2 Prof. Bachtiar Sbachri, WR 3, serta seluruh jajaran pimpinan universitas.
Unesa hari ini membuktikan bahwa keberanian seorang pemimpin untuk “terus memberi” adalah bahan bakar utama untuk melesat melampaui zaman.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi