Reformasi Finansial Proliga 2027: PBVSI Pasang “Rem Darurat” Gaji Demi Ekosistem Voli yang Adil dan Berkelanjutan
BOGOR–KEMPALAN: Menatap era baru kompetisi bola voli nasional, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) mengambil manuver strategis nan berani. Demi menciptakan peta persaingan yang setara dan menjamin keberlanjutan ekosistem liga profesional, federasi resmi menerapkan kebijakan pembatasan gaji pemain (salary cap) yang akan berlaku efektif pada gelaran Proliga 2027.
Langkah ini merupakan respons terhadap disparitas finansial yang selama ini menjadi jurang pemisah antara tim elite dan tim pengembang. Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari visi besar: menghadirkan asas keadilan yang hakiki bagi seluruh kontestan.
“Kami menerapkan batas maksimal USD 40 ribu per bulan untuk dua pemain asing di setiap tim. Sementara untuk 12 pemain lokal, pagu anggarannya kami tetapkan maksimal Rp 600 juta per tim,” ujar Imam Sudjarwo, yang juga merupakan mantan Kabaintelkam Polri periode 2012–2013, dengan intonasi penuh kehati-hatian namun tegas.
Kebijakan ini bukan sekadar regulasi administratif, melainkan sebuah instrumen lindung nilai bagi klub agar lebih prudent dalam mengelola keuangan. Ekspektasi publik yang menginginkan Proliga 2027 berlangsung lebih kompetitif dengan kontestan lebih banyak, menjadi salah satu pemicunya.
“Kita semua tentu berharap Proliga 2027 bisa diikuti oleh delapan tim putra dan delapan tim putri. Dengan adanya aturan ini, kami ingin menggairahkan kembali semangat bertanding semua tim. Muara akhirnya adalah terbentuknya Tim Nasional voli Indonesia yang solid dan tangguh di masa depan,” imbuh jenderal polisi bintang tiga lulusan AKABRI 1980 itu.
Tak sekadar melontarkan wacana, PBVSI bergerak maju dengan membentuk dewan pengawas yang solid. Pengawasan akan dilakukan secara berlapis, melibatkan auditor internal dan eksternal independen untuk meminimalkan potensi penyimpangan dalam proses transfer dan kontrak pemain.
“Satu bulan sebelum kick-off, kami akan mengaudit daftar pemain yang direkrut. Tim pengawas akan memonitor setiap pergerakan untuk memastikan tidak ada transaksi di luar batas yang telah disepakati,” tegas pria kelahiran 17 Februari 1956 itu.
Dalam terobosan yang lebih presisi, PBVSI juga akan mengadopsi sistem player pool atau daftar himpunan pemain asing, layaknya mekanisme di liga-liga mapan seperti Korea. Ini memastikan bahwa distribusi talenta asing tidak hanya berpusat pada kekuatan modal, melainkan pada kebutuhan teknis tim.
“Kami akan menyediakan daftar pemain asing. Semua tim dapat memilih dari katalog yang telah kami kurasi. Langkah ini secara simultan mencegah perang harga untuk pemain bintang dengan gaji selangit, karena kami juga membatasi biaya per pemain asing maksimal USD 20 ribu per bulan,” papar Imam, merinci strategi soft control yang elegan.
Seluruh cetak biru kebijakan ini dijadwalkan akan benar-benar terimplementasi pada Proliga 2027 yang bergulir September tahun depan. Sebagai pemanasan, federasi berencana menghidupkan kembali kompetisi Indonesia Volleyball League—yang dahulu dikenal sebagai Livoli Divisi Utama dan Divisi Satu—di awal tahun untuk menjaga ritme kompetisi para atlet Tanah Air. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi