Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 23:15 WIB
Surabaya
--°C

DOBRAK STANDAR PENDIDIKAN! SMA Labschool UNESA 1 & Fakultas Psikologi UNESA Resmikan ‘Benteng’ Kesehatan Mental Siswa Melalui MoA Strategis

SURABAYA-KEMPALAN: Di tengah meningkatnya tantangan tekanan akademik dan isu kesehatan mental remaja, SMA Labschool UNESA 1 mengambil langkah progresif yang mengguncang dunia pendidikan. Bukan sekadar kerja sama biasa, sekolah ini resmi menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) eksklusif pada Senin, 20 April 2026.
Kolaborasi ini menandai babak baru di mana sekolah bukan lagi sekadar tempat transfer ilmu, melainkan pusat pengembangan karakter berbasis sains psikologi yang mendalam.
Sinergi Akademik: Membedah Potensi, Menjaga Waras


Kunjungan dosen pakar yang juga dekan Fakultas Psikologi, Nanda Audia Vrisaba, ke SMA Labschool UNESA 1 menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah telah mencapai level baru. Inti dari kesepakatan ini adalah penyelenggaraan Layanan Praktik Profesi Psikolog Umum (LPPPU)—sebuah program elit yang membawa praktik psikologi profesional langsung ke jantung sekolah.
Penandatanganan bersejarah ini dilakukan langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi UNESA bersama Kepala SMA Labschool UNESA 1, disaksikan oleh Ricky Setiawan, S.Pd.SD., M.Ed., selaku Kepala Bidang Kurikulum Badan Pengelola Sekolah Labschool (BPSL).
Psikotes 2026: Bukan Sekadar Angka, Tapi Peta Masa Depan
Output perdana yang paling dinanti adalah pelaksanaan Psikotes Masif bagi seluruh peserta didik kelas X Tahun Ajaran 2025/2026.

Berbeda dengan tes konvensional, layanan ini akan memetakan secara presisi:
DNA Bakat: Menemukan potensi tersembunyi yang belum terjamah.
Mapping Karakter: Menyiapkan mentalitas siswa menghadapi dunia industri 4.0.
Navigasi Akademik: Memastikan siswa tidak salah pilih jurusan demi masa depan gemilang.
Suara Pemimpin: “Kami Mencetak Pemenang, Bukan Robot”
Kepala SMA Labschool UNESA 1, Dewi Purwanti, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah manifestasi dari visi sekolah yang tidak ingin membiarkan siswa berjuang sendirian di tengah tuntutan zaman.
“Kami di SMA Labschool UNESA 1 percaya bahwa kecerdasan tanpa kesehatan mental yang stabil adalah rapuh. MoA ini adalah ‘senjata’ kami untuk memastikan setiap siswa tidak hanya unggul secara nilai, tetapi juga tangguh secara psikologis. Kami tidak ingin sekadar mencetak lulusan, kami ingin mencetak pemenang yang mengenali jati dirinya. Dengan data akurat dari pakar Psikologi UNESA, tidak akan ada lagi bakat yang tersia-siakan di sekolah ini,” tegas Dewi Purwanti dengan optimisme tinggi.

Dengan langkah berani ini, SMA Labschool UNESA 1 mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: Masa depan pendidikan Indonesia ada pada kesejahteraan psikologis siswanya.(Ambari Taufiq/M Fasicullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.