Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 22:08 WIB
Surabaya
--°C

Langkah Awal Sempurna Bhayangkara Presisi di AVC Men’s Volleyball 2026

PONTIANAK-KEMPALAN: Jakarta Bhayangkara Presisi sukses membuka perjalanannya di AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 dengan hasil maksimal. Bermain di depan publik sendiri di GOR Terpadu A. Yani, Rabu (13/5/2026), tim asuhan Reidel Toiran berhasil menundukkan wakil Kazakhstan, Zhaiyk, dengan skor 3-1 (25-19, 25-27, 25-19, 25-21).

Sejak peluit pertama berbunyi, Bhayangkara Presisi langsung menurunkan komposisi terbaiknya. Keita diplot sebagai opposite hitter, dikombinasikan dengan duo outside hitter Farhan Halim dan Mozic. Sektor pertahanan tengah dikawal ketat oleh Gumilar dan Simon selaku middle blocker, sementara Nizar bertindak sebagai pengatur serangan.

Kombinasi spike tajam serta service ace dari Farhan Halim langsung membawa tuan rumah mengamankan set pertama 25-19. Namun, tensi meningkat pada set kedua saat Zhaiyk memanfaatkan celah koordinasi tuan rumah hingga mencuri kemenangan ketat 27-25 melalui drama deuce.

Bhayangkara Presisi merespons cepat pada set ketiga dengan langsung unggul jauh 15-5, sebelum quick spike Simon mengunci kemenangan 25-19. Memasuki set penentu, tensi mencapai puncaknya hingga Keita sempat diganjar kartu kuning akibat melakukan protes. Meski demikian, kematangan mental berbicara di poin kritis. Sebuah monster block dari Farhan Halim memastikan kemenangan set keempat menjadi 25-21 sekaligus mengunci tiga poin perdana bagi Indonesia.

Usai laga, Farhan Halim mengakui adanya faktor demam panggung yang sempat membayangi tim pada laga pembuka ini.

“Lumayan masih main pertama juga, wajar lah ada yang nervous. Tapi alhamdulillah kita bisa nge-push diri. Pemain asing juga sering mengingatkan untuk fokus, dan akhirnya kita bisa menang,” ujar Farhan. 

Ia menambahkan bahwa tim akan langsung mengevaluasi sektor receive, servis, dan koordinasi agar tampil lebih solid pada laga berikutnya.

Di sisi lawan, pelatih Zhaiyk, Kozik Viktor, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya pertandingan dan mengakui keunggulan kolektivitas permainan tuan rumah.

“Pertarungan sangat sengit. Keduanya saling mengejar poin. Jakarta Bhayangkara Presisi adalah tim paling kuat di sini. Kami sudah memberikan seluruh kemampuan kami, tetapi mereka tampil lebih baik,” tutur Viktor secara sportif.

Kemenangan ini menjadi modal krusial bagi Jakarta Bhayangkara Presisi untuk menjaga asa juara dalam turnamen bola voli antarklub elite Asia ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.