SURABAYA-KEMPALAN: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengukuhkan diri sebagai garda terdepan penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Dengan standar operasional yang ketat, kampus bertajuk “Rumah Para Juara” ini siap menyambut 20.340 talenta muda dari berbagai penjuru daerah selama sepuluh hari pelaksanaan, terhitung mulai 21 hingga 30 April 2026.
Kepala Subdirektorat Admisi Unesa, Dr. Sukarmin, menegaskan bahwa kesiapan tahun ini bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi dari mitigasi risiko tingkat tinggi. “Kami telah merancang ekosistem ujian yang inklusif dan aman. Fokus kami adalah memastikan tidak ada kendala teknis sekecil apa pun yang menghambat potensi peserta,” tegasnya.
Infrastruktur Digital dan Sebaran Strategis
Untuk mengakomodasi 19 sesi ujian, Unesa mendistribusikan konsentrasi massa ke 31 ruang ujian yang tersebar di dua titik strategis guna menjaga kenyamanan alur pergerakan:
Kampus 1 Ketintang: Berpusat di Fakultas Teknik, FMIPA, Fisipol, Fakultas Vokasi, dan FEB.
Kampus 2 Lidah Wetan: Menempati Gedung Rektorat, FBS, Fakultas Kedokteran, hingga Fakultas Psikologi.
Di balik layar, kekuatan digital Unesa diperkuat dengan 1.075 unit komputer utama dan 147 unit cadangan. Seluruh perangkat disokong oleh delapan server berkapasitas tinggi guna menjamin stabilitas arus data di tengah beban trafik yang intens.
Protokol ‘Triple Backup’: Nir-Kendala Energi dan Jaringan
Salah satu poin krusial dalam persiapan tahun ini adalah penerapan sistem keamanan berlapis atau triple backup pada sektor vital. Bekerja sama dengan PLN, Unesa mengamankan tiga jalur pasokan listrik mandiri serta melakukan audit trafo secara intensif.Langkah serupa diadopsi pada infrastruktur konektivitas. Berkolaborasi dengan Telkomnet dan Biznet, Unesa menyiagakan tiga jalur cadangan internet (backup lines) untuk mengeliminasi risiko putusnya koneksi saat ujian berlangsung. Tak hanya teknis, koordinasi lintas sektoral dengan pihak kepolisian juga dilakukan guna menjamin kelancaran aksesibilitas lalu lintas di sekitar area kampus.
Pesan Moral: Literasi dan Kesiapan Mental
Mengingat bobot materi UTBK yang menekankan pada Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi, Dr. Sukarmin mengingatkan peserta untuk melakukan persiapan yang komprehensif. “Ketajaman penalaran matematika dan kedalaman literasi bahasa adalah kunci. Namun, stamina fisik dan ketenangan mental tetap menjadi fondasi utama,” jelasnya.
Ia juga mengimbau peserta untuk melakukan survei lokasi minimal satu hari sebelum ujian guna meminimalisir keterlambatan. “Datanglah dengan persiapan matang dan sarapan yang cukup. Konsentrasi adalah senjata utama Anda di ruang ujian,” pesannya menutup sesi.
Melalui integrasi teknologi yang mutakhir dan pelayanan yang akuntabel, Unesa optimis penyelenggaraan UTBK-SNBT 2026 akan menjadi pintu gerbang yang adil bagi calon mahasiswa dalam meraih impian akademiknya.Untuk menjamin transparansi, keamanan, dan kenyamanan peserta dalam seleksi nasional yang kompetitif.(Ambari Taufiq/M Fasicullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi