Minggu, 14 Juni 2026, pukul : 14:45 WIB
Surabaya
--°C

Wali Kota Eri Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden di Proyek Margorejo

Wali Kota Eri Cahyadi saat takziah ke rumah duka di Jalan Kawatan 7, Bubutan, Sabtu (12/6) malam.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi datang langsung menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada Edhy Parlyn di Jalan Kawatan 7, Bubutan pada Sabtu (13/6) malam. Edhy merupakan suami dari almarhumah Laila Endriati yang meninggal dunia akibat insiden kecelakaan terperosok ke dalam lubang proyek saluran air. 

Kecelakaan tersebut terjadi di kawasan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plaza Marina, Jumat (12/6) malam, sekitar pukul 19.55 WIB.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan sekadar hilangnya nyawa seorang warga, melainkan duka keluarga. Almarhumah Endri diketahui ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menceritakan, dirinya baru mengetahui kabar duka itu pada Sabtu pagi pasca kepulangannya dari ibadah haji. Mengingat statusnya yang masih dalam masa cuti, ia sempat terkejut saat perwakilan keluarga mengabarkan berita duka tersebut. 

“Kampung Kawatan ini adalah kampung yang kekeluargaannya luar biasa. Saya lahir di sini, yang ikut membesarkan saya, ya Mbak Endri dan Cak Sera. Makanya tadi pagi saya minta izin ke keluarga untuk datang malam hari setelah salat Isya, agar bisa ikut tahlilan sekaligus silaturahmi lebih lama, bukan sekadar bersalaman lalu pulang,” ujar Eri Cahyadi usai takziah. 

BACA JUGA  Ironi di Balik Layar Voli Indonesia: PBVSI Adopsi Toiran Jadi Penyelamat Saat Birokrasi Menghambat Veloso

Dia juga sempat berbincang dengan keluarga mengenai kronologi kejadian. Diketahui, di lokasi proyek sebenarnya sudah dipasang pembatas (barrier). Namun, posisinya tidak rapat sehingga menyisakan celah di bagian tengah. Celah itulah yang tidak sengaja dimasuki oleh sepeda motor korban saat berkendara di malam hari.

Akibat insiden ini, Eri akan memberikan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan keteledoran. Ia akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait penerapan SOP pengamanan proyek, untuk memastikan apakah sudah dijalankan dengan baik atau tidak.

“Ini peringatan keras saya buat kontraktor dan kepala dinas. Karena kemarin saya cuti, saya tidak bisa memberikan teguran. Tapi hari ini cuti saya sudah berakhir. Saya berikan teguran keras. Saya akan lihat dokumen Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), pengamanannya seperti apa. Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinasnya diam saja, saya akan beri sanksi seberat-beratnya,” tegasnya.

Eri bahkan tidak segan-segan mengambil tindakan tegas, apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur kelalaian fatal dari jajaran internal Pemkot Surabaya.

“Seluruh proyek di Surabaya keamanannya harus sesuai dengan RKS dan penawarannya. Kalau sampai tidak dijalankan, berarti dinasnya tidak tepat. Saya copot itu kepala dinasnya, saya tunggu hasil investigasi Inspektorat dalam tiga sampai empat hari ke depan untuk mencari tahu siapa yang bertanggungjawab, apakah Pimpinan Proyek (Pimpro) atau Kepala Dinasnya,” tambahnya.

BACA JUGA  Gerakan Rakyat Jawa Barat Resmi Serahkan Berkas Legalitas Partai Politik ke Pimpinan Pusat

Ia meluruskan bahwa ketegasan ini diambil bukan semata-mata karena korban masih saudara, melainkan demi keselamatan seluruh warga Kota Pahlawan. “Pembangunan untuk menyelesaikan banjir boleh dijalankan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Wali Kota Eri juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada suami korban dan seluruh keluarga besar di Kawatan. Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak terulang kembali. 

Untuk mencegah kejadian serupa, Eri meminta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk melaporkan proyek-proyek Pemkot yang dinilai membahayakan atau minim rambu penanda.

“Saya mohon bantuan warga kota. Jika melihat ada proyek yang tidak ada penandanya, tolong segera laporkan ke hotline saya. Biar kami bisa memberikan sanksi dan mengantisipasi sebelum jatuh korban, bukan bergerak setelah ada kejadian,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.